Polda Diminta Tangguhkan Penahanan Sejumlah Buruh

  • Bagikan
Mapolda Maluku Utara.
banner 468x60

PENA – Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Utara (Malut) diminta untuk menangguhkan penahanan terhadap delapan buruh karena menggelar aksi dan pengrusakan di PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) 1 Mei 2020 lalu.

Permintaan ini disampaikan Juru Bicara DPD KNPI Malut, Ikhwan Muhammad, Jumat (8/5/2020) melalui keterangan tertulisnya kepada Penamalut. Menurut Ikhwan, delapan buruh yang telah ditahan tersebut oleh keluarga masing-masing mengusulkan surat penangguhan kepada Polda Malut.

“Maka dari itu, kita juga meminta agar Polda Malut memberi penangguhan. Apalagi saat ini masih suasana Ramadhan dan menjelang lebaran, tentunya keberadaan para buruh tersebut dibutuhkan oleh keluarga mereka,” ujarnya.

Ikhwan yang mewakili KNPI Malut juga meminta agar pihak PT IWIP lebih bersikap persuasif terhadap buruh yang menggelar aksi pada peringatan Mayday beberapa waktu lalu tersebut. Mereka hanya menyampaikan keluhan soal upah yang layak, dan kejelasan menyangkut upah terhadap buruh yang dirumahkan.

“IWIP perlu membuka diri agar memberi kejelasan terhadap nasib mereka, bukan bertindak semena-mena karena seakan-akan punya kekuatan,” imbuhnya.

KNPI Malut juga mendorong masyarakat dan khususnya pemuda atau OKP, agar sama-sama memperjuangkan keadilan buruh lokal di Maluku Utara, serta mengawal aktivitas perusahaan tambang agar tidak berbuat seenaknya menghabiskan hasil bumi sedangkan putera-puteri daerah yang menjadi korban.

“Paling penting dari semua itu, keberlangsungan lingkungan perlu dijaga, agar apa yang ada saat ini masih bisa dinikmati oleh generasi penerus,” tutupnya. (ais)

banner 1080x1080
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *