Tanggapi Pernyataan Ketua Komisi III, Begini Penjelasan Kepala Inspektorat Malut

  • Bagikan
Kepala Inspektorat Malut, Nirwan M.T Ali. (Istimewa)

PENA – Kepala Inspektorat Provinsi Maluku Utara, Nirwan M.T Ali, angkat bicara terkait pernyataan Ketua Komisi III DPRD Malut, Zulkifli Hi. Umar, yang meminta Gubernur Abdul Gani Kasuba menegur Kepala Inspektorat lantaran tidak melaksanakan tugas dan fungsinya dengan baik.

Menurut Nirwan, setelah dilantik sebagai Kepala Inspektorat Malut, dirinya langsung berkoordinasi dengan Kepala Inspektorat sebelumnya, Ahmad Purbaya, terkait program maupun pekerjaan yang belum dituntaskan. Salah satunya adalah hasil Pansus LKPJ DPRD Malut yang meminta Inspektorat agar melakukan audit atas temuan dugaan sejumlah kegiatan bermasalah.

Penjelasan Ahmad Purbaya selaku Kepala Inspektorat sebelummya, kata Nirwan, bahwa Komisi III telah memanggilnya dan melakukan rapat untuk menindaklanjuti hasil Pansus LKPJ ini. Pada kesempatan rapat itu, Ahmad Purbaya pernah mengajukan penambahan anggaran sebesar satu miliar. Ini karena anggaran pengawasan Inspektorat direfocusing pada saat covid.

Namun permintaan penambahan anggaran ini tidak diakomodir. Alhasil, permintaan audit Pansus LKPJ tidak bisa dilaksanakan lantaran tidak ada anggaran. “Sehingga itu, setelah saya masuk ke Inspektorat ini sudah saya agendakan untuk kegiatan tersebut (tindaklanjut permintaan audit Pansus LKPJ, red) pada tahun 2021,” jelas Nirwan saat ditemui, Kamis (28/1).

Bahkan, lanjut dia, dirinya telah menyurat ke DPRD Malut terkait agenda 2021, termasuk menyelesaikan permintaan dari DPRD tersebut. Program yang diagendakan itu, kata dia, tentu sudah terjadwal dengan baik. Dirinya telah membentuk delapan tim untuk menindaklanjuti permintaan DPRD. “Itu sudah teragendakan sampai akhir Januari,” katanya.

Terkait dengan penyampaian Ketua Komisi III DPRD, dirinya menganggap itu sebagai sebuah kritik yang positif. Akan tetapi perlu diketahui bahwa agenda yang telah dibuatnya sudah terjadwal, dan surat resminya sudah disampaikan ke DPRD Malut.

Mantan Kepala Dinas PTSP Malut ini juga meluruskan terkait ketidakhadirannya pada saat panggilan Komisi III untuk rapat seperti yang disinggung Zulkifli Umar. Kata dia, saat panggilan pertama dirinya berada di luar daerah. Panggilan kedua, bertepatan dengan rapat zoom meeting dengan kementerian. “Panggilan ketiga juga saya rapat di Kantor Gubernur sampai jam 6 sore. Meski saya tidak hadir, tapi saya wakilkan ke staf. Saya sangat menghargai lembaga DPRD. Lihat saja waktu saya masih di PSTP, saya tidak pernah alpa saat paripurna,” tukasnya.

Ia bilang, amanah yang telah diberikan itu akam dilaksanakan penuh tanggung jawab. Sehingga itu, dirinya berkomitmen akan melaksanakan apa yang dimintakan DPRD sesuai agenda yang terjadwalkan. Di mana agenda pertama yang akan dilakukan adalah tindaklanjut batas akhir 30 Januari 2021, setelah itu tim yang akan dibentuk akan menindaklanjuti permintaan dari DPRD itu.

“Tidak mungkin permintaan DPRD tidak ditindaklanjuti. Apalagi Komisi III adalah mitra Inspektorat. Saya berharap apa yang sudah teragendakan ini berjalan sesuai jadwalnya, apa yang dimintakan DPRD itu terlaksana dengan baik,” tutupnya.

Sebelumnya, DPRD Malut lewat Ketua Komisi III Zulkifli Hi. Umar meminta Gubernur menegur Kepala Inspektorat Nirwan M.T Ali lantaran tidak melaksanakan tugasnya dengan baik. Ini karena permintaan audit Pansus LKPJ DPRD terhadap sejumlah kegiatan tidak ditindaklanjuti Inspektorat. (ask)

banner 1280x960
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!