Studi Banding ke Morotai, Satu Anggota DPRD Halbar “Nyamar” Sebagai Wartawan

0
Pemkab Halbar dan DPRD Halbar saat berada di Kabupaten Morotai beberapa waktu lalu. (Istimewa)

PENA – Studi banding yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat dan sejumlah anggota DPRD Halbar ke Kabupaten Pulau Morotai pada Senin (8/3) lalu menyisakan masalah.

Pasalnya, daftar rombongan yang melakukan studi banding ke Pulau Morotai itu terdapat salah satu anggota DPRD Halbar dari Fraksi Nasdem yang menggunakan jabatan sebagai wartawan. Bahkan anggota DPRD bernama Herman Josep Moanura itu mengisi daftar rombongan paling terakhir yakni di urutan 50.

Entah ini kesengajaan pihak Sekretariat DPRD Halbar agar mengikutsertakan anggota DPRD tersebut atau kesalahan dalam penulisan, tindakan ini dinilai sebagai sebuah pelanggaran.

“Kalau mengatasnamakan wartawan yang kemudian dicantumkan dalam daftar rombongan kunjungan, maka saya pikir ini bentuk kesengajaan. Jangan-jangan kuota keberangkatan khususnya DPRD melebihi, sehingga oknum DPRD itu masuk dalam daftar wartawan. Jelas saja ini tidak bisa ditolerir,” kata Muhammad Idhar Bakri, salah satu dewan redaksi media online kepada wartawan.

Menurutnya, tindakan mengatasnamakan wartawan oleh oknum anggota DPRD Halbar ini merupakan pelanggaran administrasi yang tidak bisa diberikan toleransi. Ini jelas telah merugikan wartawan yang meliput di Kabupaten Halbar.

Untuk itu, dirinya mendesak agar persoalan tersebut dibawa ke ranah hukum. Sehingga pers tidak dianggap remeh oleh oknum-oknum yang nantinya mengulangi perbuatan tidak terpuji itu. “Mengingat agenda ke morotai ini sangat tertutup kepada pihak media, sehingga ini harus ditindaklanjuti. Jangan sampai nanti wartawan di bawa-bawa terkait perjalanan yang tidak tau arahnya itu,” tandasnya.

Daftar rombongan Pemkab Halbar dan DPRD Halbar yang berangkat ke Morotai.

Menanggapi hal itu, anggota DPRD Herman Josep Moanura saat dikonfirmasi mengaku tidak tahu namanya tercatat di daftar kebeeangkatan rombongan sebagai wartawan.

“Saya sempat kaget ketika tiba di Hotel Molokai, Morotai, tempat rombongan nginap. Ketika saya ingin mengambil kunci kamar ke resepsionis, ditanyakan oleh resepsionis hotel apakah saya wartawan ? Terus saya bilang bukan, saya ini anggota DPRD Halbar,” katanya kepada wartawan, Jumat (12/3).

“Bukan saya kesana lalu mendaftar nama saya sebagai wartawan, tidak,” sambungnya.

Ia bilang, setelah selesai agenda studi banding dan perjalanan pulang, ia langsung menanyakan ke Sekretaris DPRD perihal dirinya terdaftar sebagai wartawan di daftar rombongan. Sekwan lalu bilang bahwa itu sssuai manifes dari Pemkab Halbar dikirim ke Morotai seperti itu. Bahkan Sekwan mengatakan itu mungkin saja dari pihak hotel yang mengaturnya.

“Sekarang saya yang jadi sasaran. Saya minta minta Sekwan harus pertanggungjawabkan hal itu. Saya juga nginap sekamar dengan salah satu wartawan yang masuk dalam rombongan itu,” katanya kesal.

Dirinya menegaskan bahwa hal ini terjadi di luar dari dugaannya. Bahkan dirinya tidak tahun daftar rombongan baik dari Pemkab Halbar maupun anggota DPRD yang berangkat. “Saya tidak tahu siapa saja yang berangkat,” terangnya menutup. (yadi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here