Tanggapan KNPI Maluku Utara untuk Para Pembela Bapak Robert

0
DPD KNPI Maluku Utara

PENA – DPD KNPI Maluku Utara (Malut) kembali angkat bicara terkait polemik yang mengemuka antara mereka dengan pihak PT Nusa Halmahera Minerals (NHM). Juru Bicara DPD KNPI Malut, Ikhwan Muhammad mengatakan, pihaknya tidak begitu ambil pusing atas respon masyarakat yang beranggapan miring tentang KNPI Malut soal polemik ini.

“Respon masyarakat kami anggap sebagai rasa kasih sayang mereka kepada KNPI Maluku Utara. Kami mengapresiasi hal itu. Bahkan jika ada bahasa yang menuding kami mencari untung atas polemik ini, kami anggap itu sebagai bentuk peringatan agar KNPI Maluku Utara lebih berhati-hati dalam melangkah,” tuturnya, Jumat (19/3).

Ikhwan menambahkan, pihaknya telah melihat dan mengikuti perkembangan informasi sampai sekarang ini. Banyak pihak telah memberikan respon soal polemik KNPI vs NHM, dan sebagian besar dukungan justru diberikan masyarakat atau tepatnya netizen kepada Presiden Direktur (Presdir) PT NHM, Robert Nitiyudo Wachyo, ketimbang mendukung KNPI Malut.

“Padahal, sejak adanya rekaman suara yang diduga Presdir NHM Bapak Robert yang diduga melecehkan institusi KNPI dengan mengatakan monyet itu, secara resmi KNPI Malut belum memberikan kepastian akan melangkah kemana terkait masalah ini. Tapi respon justru menganggap kami baper, kami berlebihan, kami menyudutkan Bapak Robert, dan respon-respon lainnya yang justru buat kami bertanya-tanya, mereka-mereka itu sedang mencari apa?,” papar Ikhwan.

Soal tanggapan miring ke KNPI Maluku Utara ini memang benar terjadi. Seperti akun facebook Ali Jumran Pina yang menuliskan bahwa sikap yang diambil KNPI terhadap pihak NHM saat ini sulit dipercaya kalau tidak sarat dengan kepentingan. Selain itu, ada juga akun facebook atas nama M Nabiu menuliskan, daripada ngurusin monyet lebih baik fokus ngurusin program kerja kepemudaan.

Tidak hanya itu, bahkan Ketua PD PM Halut Jumar Mafoloi dan Ketua Bidang Hukum dan HAM GP Ansor Halut Jais Kuna, menganggap KNPI Maluku Utara baper atas dugaan perkataan monyet yang diduga dilakukan oleh Presdir NHM Robert.

Ikhwan kembali bertanya-tanya, sebenarnya ada apa dengan pihak-pihak yang mengkritik KNPI Malut. Padahal, sejak berita tentang dugaan pencemaran nama baik saat itu mengemuka, pihak NHM sampai saat ini belum memberikan tanggapan. Justru, pihak-pihak diluar NHM yang banyak berkomentar. Bahkan berkomentar miring kepada KNPI Maluku Utara.

“Kami jadi bertanya-tanya, ini yang sarat kepentingan adalah KNPI Maluku Utara atau pihak-pihak lain di luar sana? Anehnya lagi, yang kita persoalkan adalah dugaan pencemaran nama baik, pihak-pihak itu justru mengkampanyekan kebaikan Bapak Robert dan bekata kami tidak tahu berterima kasih. Kan sama saja mereka membuat stigma bahwa orang baik itu bebas nilai. Seakan-akan orang baik itu tidak akan bersalah, sekalipun ia diduga menghina atau berkata-kata yang tidak baik,” papar Ikhwan.

Melihat respon netizen tersebut, Ikhwan mengatakan, DPD KNPI Malut tidak pernah berkompromi jika terjadi persoalan serius yang besinggungan dengan hukum. Dugaan perkataan KNPI monyet yang diduga dilontarkan oleh Presdir NHM Robert adalah persoalan serius. Karena disitu ada kalimat rasis. Belum dugaan perkataan lainnya, seperti perkosa pantat, mau nyari duit dan yang paling serius adalah dugaan Presdir NHM Robert mengatakan goyang Kapolri, Wakapolri, dan Kabareskrim Polri.

“Ini persoalan serius. Jangan dianggap main-main. Memangnya dia siapa bisa seenaknya berkata begitu. Mau dia telah berbuat baik selama satu tahun atau puluhan tahun, itu kita apresiasi. Tapi kalau sudah berkata yang tidak beradab, maka kita tidak bisa tinggal diam. Kita punya bukti rekaman dugaan pencemaran nama baik itu. Saat ini sedang disiapkan langkah-langkah untuk mendapat kepastian hukum. Kita sedang persiapkan itu dengan matang. Jika ada pihak yang beranggapan langkah kita ini sarat kepentingan, maka kita katakan itu benar. Karena kepentingan kita adalah jangan berkata yang tidak beradab lagi, meskipun anda punya banyak uang. Kira-kira begitu,” tutup Ikhwan. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here