Sopir Truk Sampah DLH Halbar Diberhentikan, Diduga Karena Beda Pilihan Politik

  • Bagikan
Supir truk sampah DLH Halbar yang diberhentikan, Safrudin M. Syah

PENA – Tagline DIAHI yang diusung Bupati dan Wakil Bupati Halmahera Barat (Halbar) James Uang dan Djufri Muhammad ternyata jauh panggang dari api. Bagaimana tidak, seorang sopir truk angkutan sampah diduga diberhentikan hanya karena beda pilihan politik pada Pilkada 9 Desember 2020 lalu.

Hal itu diungkapkan langsung oleh sang sopir Safrudin M. Syah saat disambangi digubuk kecilnya, di Desa Lako Akediri, Kecamatan Jailolo, Senin (22/03) tadi.

Safrudin mengaku, telah diberhentikan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Halbar Muhammad Adam sejak Selasa, 16 Maret pekan kemarin.

Awal mulanya mobil angkutan sampah yang biasa digunakan Safrudin rusak pada bagian dinamo starter. Ia lalu menyampaikan perihal kerusakan tersebut kepada Kabid Kebersihan DLH Halbar, Jusri Hi. Yusuf. Oleh Jusri, Safrudin diarahkan untuk membawa mobil tersebut ke bengkel di Desa Soakonora.

“Saya langsung tanyakan biaya kerusakan. Pemilik bengkel menyebutkan bahwa kerusakan ini memakan biaya lebih dari Rp 1 juta,” ungkapnya.

Safrudin lalu kembali bertemu Jusri untuk melapor. Tanpa sebab jelas, Jusri menyuruh Safrudin bawa kembali mobil angkutan ke kantor DLH.

Esoknya, Rabu 17 Maret, Safrudin kembali ke kantor dan langsung bertemu Kepala DLH Muhammad Adam. Safrudin mengaku, di pertemuan itu Muhammad Adam bilang jika Safrudin telah membuat pelanggaran.

“Terus saya tanyakan, pelanggaran apa yang saya buat? Kadis lalu menjawab pelanggaran yang saya lakukan itu bukan di kantor maupun di lapangan, tapi masalah politik,” ungkapnya.

Tidak puas, Safrudin kembali menghadap Jusri, Kabid Kebersihan DLH Halbar. Safrudin bertanya tentang kerusakan mobil angkutan sampah yang biasa ia gunakan.

“Pak Kabid bilang ke saya lebih baik sementara ini saya bersama para kernet istirahat dulu,” ungkapnya.

Safrudin mengaku bingung menghadapi persoalan ini. Tiga tahun sudah ia bekerja sebagai sopir angkutan sampah. Ia bahkan telah mengangkut sampah di tujuh desa yang merupakan pusat keramaian Kabupaten Halbar. Seperti desa Guaemaadu, Galala, Bobanehena, Payo Induk, Payo Tengah, Bobo dan Bobo Jiko.

Ia menjelaskan, DLH Halbar punya 7 unit mobil pengangkut sampah. Sebelumnya, jika terjadi kerusakan di satu mobil, maka akan diganti dengan mobil lain. Bukannya malah diberhentikan.

“Biasanya kalau mobil rusak langsung saya disuruh untuk ganti mobil yang lain sambil menunggu untuk memperbaiki mobil yang rusak,” ujar Safrudin.

Gubuk tempat tinggal Safrudin M. Syah bersama istri dan ketiga anaknya.

Safrudin juga mengakui bahwa dirinya hanya bergantung hidup pada pekerjaan sebagai seorang sopir angkutan sampah. Tidak ada pekerjaan lain yang dilakoninya karena dirinya telah bekerja disitu selama tiga tahun atau sejak 2018.

Pekerjaan sebagai sopir angkutan sampah telah dijalani Safrudin selama tiga tahun atau sejak 2018. Itu menjadi satu-satunya penghasilan keluarganya saat ini lantaran istrinya hanya mengurus rumah tangga. Safrudin tinggal di rumah yang sangat sederhana bersama istri dan ketiga anaknya. Dari amatan kami, tempat tinggal Safrudin hanya berdinding papan dan beratapkan daun sagu.

Sejak berita ini ditayangkan, Kepala DLH Halbar Muhammad Adam, tak dapat ditemui. Oleh staffnya disebut, Adam sedang ke Kota Ternate. (*)

banner 1280x960
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!