banner 1080x1080 banner 1080x1080 banner 1080x1080

Kadinkes Pertanyakan Hasil Temuan Inspektorat Halbar

  • Bagikan
Kepala Dinas Kesehatan Halmahera Barat (Halbar), Rosfintje Kalengit.
banner 468x60

PENA  – Kepala Dinas Kesehatan Halmahera Barat (Halbar), Rosfintje Kalengit, mempertanyakan hasil pemeriksaan Inspektorat Halbar. Pasalnya, menurut Rosfintje, kalaupun ada temuan harusnya pihaknya mendapat surat pemberitahuan.

“Harusnya kalau ada temuan dari inspektorat maupun dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Malut, tentunya kami dapat surat pemberitahuan. Tapi sampai sekarang kami belum dapat surat, makanya belum tahu adanya temuan,” jelasnya.

Rosfintje menjelaskan, pihak Inspektorat meminta agar diperintahkan salah seorang dari pihak Dinkes, guna berkoordinasi dengan Inspektorat. “Dan saya sudah perintahkan satu orang untuk berkoordinasi karena tidak selamanya harus saya,” sebutnya.

Tetapi, lanjut Kadinkes, secara administrasi, kalau ada temuan, harus disampaikan melalui surat pemberitahuan. “Sampai saat ini belum dapat surat. Makanya kami (Dinkes) belum tahu temuan apa, sementara sudah ekspos keluar,” kesalnya.

Dirinya mengaku sejauh ini belum ada koordinasi antara pihaknya dengan Inspektorat. “Ini institusi, seharusnya ada surat resmi. Supaya kami tahu juga dan  bisa membalas dengan surat. Bahwa yang ini sudah dilakukan, begitu,” terangnya.

Ia mengaku sudah mempertanyakan hal itu kepada sekretaris Dinkes Halbat. Tapi Sekretaris juga mengakui belum menerima surat pemberitahuan.

Selain itu, terkait anggaran Covid-19 masih dalam pemeriksaan BPK. Namun diakuinya LHP-nya belum ada. Saat disentil terkait temuan inspektorat soal anggaran penanganan Covid-19 yang digunakan untuk perjalanan dinas, Kadinkes membenarkan hal itu.

“Tetapi, artinya perjalanan Dinas itu  dalam rangka penanganan Covid-19, lantas kita treking harus naik apa. Kita pakai apa, kalau bukan anggaran Covid-19,” ucapnya.

Dirinya menyebutkan perjalanan dinas tersebut dalam rangka penanggulan Covid-19 ini di 14 puskesmas.

“Yang jelas dalam penanganan Covid-19 kemarin, pihak kami yang paling gencar tenaga kesehatan yang paling bekerja keras. Masa kami yang disalahkan,” cecarnya.

Untuk di ketahui, Dalam LHP Inspektorat Halbat pada 2020 kemarin, ditemukan adanya anggaran Covid-19 yang digunakan untuk perjalanan dinas oleh tenaga honorer Dinkes Halbar.

Perjalanan Dinas tersebut dalam rangka sosialisasi wabah pencegahan virus Corona di kecamatan Jailolo, kemudian kegiatan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) yang dilakukan disetiap sekolah di Jailolo, dan juga kegiatan sosialisasi pencegahan Covid-19 di PAUD, TK, SD, dan SMA.

Pemeriksaan Inspektorat Halbar menganggap itu sebagai temuan. Sebab, menurut regulasi, anggaran Covid-19 tidak bisa digunakan untuk perjalanan dinas.

Anggaran tersebut bersumber dari Dana Tak Terduga (DTT) Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2020 sebesar Rp 235 juta. Temuan yang disampaikan Inspektorat adalah sebesar Rp 26 juta. Selain itu, ada belanja Alat Pelindung Diri (APD) senilai Rp120 juta. Lalu terdapat SP2D yang belum dibukukan. (*)

banner 1080x1080
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *