Terbukti Korupsi DD, Mantan Kades di Halbar Dibui 4 Tahun

0
Mantan Kades Togoreba, Sefiyanto Tangono (rompi merah), saat dieksekusi Kejari Halbar beberapa waktu lalu. (Istimewa)

Pena – Mantan Kepala Desa (Kades) Togoreba Sungi, Kecamatan Tabaru, Kabupaten Halmahera Barat, Sefiyanto Tangono, dijatuhi hukuman 4 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri (PN) Ternate, karena terbukti menyalahgunakan Dana Desa (DD) tahun 2018 senilai 400 juta.

Ini disampaikan Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Halbar, Galih Martino, saat dikonfirmasi baru-baru ini.

Menurut Galih, mantan Kades Togoreba Sungi Sefiyanto Tangono divonis 4 tahun penjara dan diwajibkan membayar denda 200 juta subsider 3 bulan dan uang pengganti 376 juta serta subsider 1 tahun.

Jika denda dan uang penggantinya tidak dipenuhi Sefiyanto, maka hukumannya ditambah menjadi 5 tahun 3 bulan.

Galih menjelaskan, Sefiyanto dinyatakan bersalah melanggar Pasal 2 ayat 1 juncto pasal 18 ayat 1 huruf b subsider pasal 3 juncto pasal 18 ayat 1 huruf b UU Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi dengan ancaman minimal 1 tahun maksimal 20 tahun penjara.

Galih juga menyebutkan, sebelumnya Jaksa Penuntut Umum menuntut 2 tahun 6 bulan terhadap Sefiyanto, akan tetapi putusan pengadilan lebih tinggi dari tuntutan.

“Sefiyanto juga telah mengakui perbuatannya dan tidak lagi mengajukan banding,” kata Kasi Pidsus.

Saat ini, Sefiyanto sudah dieksekusi ke Lapas Kelas IIB Jailolo pasca putusannya pengadilan pada 2 Maret lalu. Sefiyanto dijebloskan ke Lapas pada 15 Maret.

Galih mengingatkan ini kepada kades-kades lain agar jadi pembelajaran agar tidak bermain-main dengan anggaran DD.

“Kalau mau main-main sama dana desa ya berarti 5 tahun nanti hidup di jeruji besi,” tegasnya.

Sekadar diketahui, kasus ini mencuat setelah warga Desa Togoreba melakukan aksi memprotes dugaan penyalahgunaan DD pada tahun 2018 lalu. Anggaran yang seharusnya dipergunakan untuk pembangunan, justru digunakan Sefiyanto untuk keperluan dan kebutuhan pribadinya seperti membeli mobil dan sebagainya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here