banner 728x250

Akses Jalan Dibuka, Warga Bobanehena Uji Keseriusan Kapolres Halbar Ungkap Pelaku Pembakaran

  • Bagikan
Akses jalan Desa Bobanehena yang menghubungkan beberapa desa sempat ditutup dan dijaga aparat keamanan dari TNI/Polri beberapa waktu lalu. (Istimewa)
banner 468x60

PENAMALUT.COM, JAILOLO – Akses jalan dari dan ke Desa Bobanehena, Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat yang sempat ditutup warga setempat selama 8 hari akhirnya dibuka kembali pada Sabtu (22/5) pagi tadi.

Ini sesuai hasil kesepakatan dari perwakilan Desa Bobanehena, Desa Payo, Desa Payo Tengah, Desa Bobo, Desa Bobo Jiko, dan Desa Saria bersama Forkompimda Halbar pada Jumat (21/5).

banner 336x280

Setelah akses jalan tersebut dibuka, warga Desa Bobanehena menguji keseriusan pihak kepolisian dalam hal ini Kapolres Halbar untuk mengungkap pelaku pembakaran rumah milik warga Bobanehena.

“Kami menguji Kapolres Halbar untuk mengungkap siapa pelaku pembakaran rumah, karena setiap warga masyarakat Indonesia itu tidak ada yang kebal hukum. Jika punya masalah melanggar hukum, maka harus tetap diusut hingga tuntas,” kata salah satu warga Desa Bobanehena yang enggan menyebut namanya.

Menurut warga, tuntutan masyarakat saat ini hanyalah ganti rugi rumah korban yang terbakar dan pelakunya ditangkap secepat mungkin.

“Maka harus menjadi keseriusan Kapolres dalam mengusut tuntas kasus ini,” ujarnya.

Warga saat melakukan pertemuan dengan Pabung Kodim 1501 Ternate-Halbar. (Haryadi Penamalut)

Kata warga, konflik ini bukan baru pertama kali, tetapi sudah berulang kali. Sehingga pihaknya meminta kepada Pabung Kodim 1501, Mayor (Inf) Galih Perkasa agar bisa melakukan pertemuan dengan masyarakat Desa Payo dan merasionalkan pada mereka agar kejadian serupa tidak terulang lagi.

“Jika terjadi masalah perkelahian, jangan mereka langsung berkumpul lalu datang serangan dan bakar rumah warga, watak seperti ini harus diubah,” pintanya sembari mengatakan jika watak seperti itu tidak diubah, maka kemungkinan besar konflik akan terjadi lagi.

Ia juga menyebutkan masyarakat Bobanehena itu taat hukum, jika ada kenakalan remaja seperti perkelahian maka tetap diproses hukum.

“Jadi kemarin masyarakat Bobanehena memblokade jalan itu bukan menyengsarakan mereka, tetapi itu sebagai efek jera buat mereka, agar tidak mengulangi lagi perbuatannya,” tandasnya.

Sementara Pabung Kodim 1501, Mayor (Inf) Galih Perkasa saat melakukan pertemuan dengan warga Bobanehena kemarin meminta masyarakat Bobanehena agar mendewasakan diri.

“Kita sama-sama melihat nanti proses hukumnya seperti apa. Nannti kalau dalam perjalanan proses hukum ini ada kendala atau apa, silahkan hubungi saya. Bila perlu masyarakat datang ke Akediri dan minta penjelasan kepada saya, maka saya akan datang kesini,” jelasnya.

“Jadi kita semua mengawal hal ini. Sama-sama mengawal apa yang menjadi kebijaksanaan pemerintah daerah,” pungkasnya.

Sementara pantauan di lapangan, setelah akses itu dibuka, kendaraan sudah melewati dengan normal. (yadi/red)

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *