Jelang Penutupan Pendaftaran CPNS, Sejumlah Formasi di Pemprov Malut Belum Terisi

  • Bagikan
Kepala Bidang Perencanaan Pengadaan dan Penataan Jabatan Aparatur BKD Malut, Fahri Fuad. (Dok Pribadi)

PENAMALUT.COM, SOFIFI – Pendaftaran calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2021 akan ditutup pada Rabu (21/7) atau tinggal tiga hari lagi. Namun demikian, ada sejumlah formasi CPNS maupun PPPK di lingkup Pemerintah Provinsi Maluku Utara belum terisi.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Malut, terdapat 19 formasi atau jabatan khusus tenaga kesehatan yang belum ada pelamarnya. Selain 19 jabatan tenaga kesehatan yang belum terisi, juga 11 jabatan pada aloaksi PPPK yang nihil pelamarnya.

19 jabatan tenaga kesehatan yang belum ada pelamarnya itu yakni ahli pertama apoteker dengan kualifikasi pendidikan Apoteker penempatan di Balai Laboratorium Kesehatan Daerah, ahli pertama apoteker dengan kualifikasi pendidikan Apoteker penempatan di RSJ Sofifi, ahli pertama epidemologi dengan kualifikasi pendidikan D-IV Kesehatan masyarakat/S-1 Epidemologi dengan penempatan UPTD RSJ Sofifi, ahli pertama perawat dengan kualifikasi pendidikan Ners penempatan UPTD RSJ Sofifi.

Ahli pertama pranata laboratorium kesehatan dengan kualifikasi pendidikan S-1 Analisi Kesehatan penempatan di Balai Laboratorium Kesehatan Daerah, ahli pertama psikologi klinis dengan kualifikasi S-2 Profesi Psikologi Klinis penempatan UPTD RSJ Sofifi, terampil bidan dengan kualifikasi D-III Kebidanan penempatan UPTD RSJ Sofifi, terampil fisioterapis dengan kualifikasi pendidikan D-III Fisioterapi penempatan RSUD Chasan Boesorie, terampil nutrisions dengan kualifikasi pendidikan D-III Gizi penempatan UPTD RSJ Sofifi, terampil nutrisions dengan kualifikasi D-III Gizi penempatan RSUD Chasan Boesorie.

Terampil perawat dengan kualifikasi pendidikan D-III Keperawatan penempatan UPTD RSJ Sofifi, terampil perawat dengan kualifikasi pendidikan D-III Perawat penempatan RSUD Chasan Boesorie, terampil perawat dengan kualifikasi pendidikan D-III Perawat dengan penempatan RSU Sofifi, terampil terapis gigi dan mulut dengan kualifikasi pendidikan D-III Kesehatan Gizi penempatan RSJ Sofifi, terampil perekam medis dengan kualifikasi D-III Perekam medik penempatan UPTD RSJ Sofifi.

Terampil pranata laboratorium kesehatan dengan kualifikasi pendidikan D-III Analisi Kesehatan penempatan RSUD Chasan Boesorie, terampil pranata laboratorium kesehatan dengan penempatan Balai Laboratorium Kesehatan Daerah, terampil radiografer dengan kualifikasi pendidikan D-III Radiologi penempatan di RSUD Chasan Boesorie, dan terampil teknisi elektromedis dengan kualifikasi pendidikan D-III Elektromedis penempatan di RSJ Sofifi.

Sementara untuk alokasi PPPK terdapat 11 jabatan atau formasi yang belum terisi. Ahli pertama apoteker dengan penempatan RSU Sofifi, ahli pertama dokter dengan kualifikasi Dokter penempatan UPTD RSJ Sofifi, ahli pertama dokter dengan penempatan RSUD Chasan Boesorie, ahli pertama dokter dengan penempatan RSU Sofifi, ahli pertama dokter gigi dengan penempatan UPTD RSJ Sofifi.

Ahli pertama dokter spesialis anak dengan kualifikasi pendidikan Dokter Anak penempatan RSU Sofifi, ahli pertama dokter spesialis bedah dengan kualifikasi pendidikan Dokter Bedah penempatan RSUD Chasan Boesorie, ahli pertama dokter spesialis jiwa dengan kualifikasi pendidikan Dokter Kejiwaaan penempatan UPTD RSJ Sofifi, ahli pertama dokter spesialis kandungan dengan penempatan RSU Sofifi.

Terampil asisten apoteker dengan kualifikasi pendidikan D-III Farmasi penempatan RSU Sofifi, terampil terapis gigi dan mulut dengan kualifikasi pendidikan D-III Kesehatan Gigi penempatan RSU Sofifi.

Kepala Bidang Perencanaan Pengadaan dan Penataan Jabatan Aparatur pada BKD Malut, Fahri Fuad mengatakan, total pelamar sampai pada hari ini Minggu (18/7) berjumlah 410 orang. Ini terdiri dari CPNS 400 orang dan PPPK Non Guru 10 orang.

“Kalau PPPKK Guru itu admin atau verifikatornya di Kemendiknas,” jelas Fahri.

Menurut dia, khususnya jabatan tenaga kesehatan yang terisi ini hanya sedikit yakni Dokter untuk penempatan RSU Sofifi dan RSUD Chasan Boisoerie, Apoteker untuk RS Jiwa Sofifi dan RSU Sofifi, Dokter Spesialis Kandungan, Asisten Apoteker, Nutrisoinis untuk penempatan RSUD Chasan Boesorie, dan Perawat.

Meskipun jabatan atau formasi tersebut sudah ada pelamarnya, akan tetapi kata dia, jumlahnya masih sangat minim.

“Contohnya perawat penempatan pada RSUD Chasan Boesorie, alokasinya 10, tetapi yang mendaftar baru tiga orang,” terangnya.

Ia bilang, ada beberapa kemungkinan penyebab minim peminat pelamar CPMS 2021 ini. Pertama, alokasi formasi tahun ini lebih sedikit, terbatas, dan berbeda dari tahun sebelumnya. Kedua, adanya pemisahan formasi dan seleksi antara CPNS, PPPK Non Guru, dan PPPK Guru.

Berdasarkan hasil rekapitulasi sementra, jumlah pelamar yang sudah terdaftar sampai hari ini menunjukkan terjadinya penurunan yang sangat drastis dibandingkan dengan jumlah pelamar tahun sebelumnya.

Meski demikian, ia berharap dihari terakhir pendaftaran pada Rabu (21/7) nanti, jabatan formasi yang belum ada pelamarnya bisa segera terisi.

“Kita berharap demikian, sehingga formasi tersebut bisa terisi,” harapnya. (ask)

banner 1280x960
banner 120x600
  • Bagikan

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!