Pemprov Malut Rancang Pendapatan Tahun 2022 Sebesar 2,9 Triliun

  • Bagikan
Paripurna penyampaian KUA-PPAS 2022. (Aska Penamalut)

PENAMALUT.COM, SOFIFI – Pemerintah Provinsi Maluku Utara merancang pendapatan daerah tahun anggaran 2022 sebesar 2,9 triliun lebih.

Hal ini termuat dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) tahun 2022 yang disampaikan Gubernur Abdul Gani Kasuba dalam rapat paripurna yang berlangsung di gedung DPRD Provinsi Malut, Senin (26/7) tadi.

Pendapatan daerah yang dirancang 2,9 triliun lebih ini terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar 619,43 miliar lebih. Pendapatan Transfer dirancang 2,297 triliun lebih, dan Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah sebesar 39.44 miliar lebih.

Untuk belanja daerah dirancang sebesar 2,87 triliun lebih. Ini terdiri dari belanja operasi sebesar 1,97 triliun lebih, belanja modal sebesar 662 miliar lebih, belanja tak terduga sebesar 25 miliar rupiah, dan belanja transfer 212,66 miliar. Dengan demikian, APBD tahun 2022 dirancang surplus sebesar 85 miliar rupiah. 

Sementara pembiayaan daerah yang terdiri atas komponen penerimaan pembiayaan daerah berupa SiLPA tahun anggaran sebelumnya diperkirakan sebesar 65 miliar rupiah, komponen pengeluaran pembiayaan daerah berupa pembayaran pokok pinjaman dalam negeri sebesar 150 miliar dan pembiayaan netto sebesar 85 miliar, serta SiLPA tahun berkenaan sebesar Nol.

Target pendapatan dan belanja daerah tersebut dirancang dengan memperhatikan kondisi keuangan Negara akibat dampak pandemi Covid-19 yang saat ini mengalami penurunanan pendapatan dan diperkirakan berdampak sampai tahun 2022.

Sejalan dengan itu, mencermati perkembangan ekonomi daerah, nasional dan global, maka tahun 2022 diperlukan kebijakan fiskal yang responsif, antisipatif dan komprehensif, sehingga dapat menjawab berbagai tantangan pembangunan yang dihadapi termasuk dampak pandemi Covid-19 dan menjaga keberlanjutan program pembangunan beserta upaya pencapaian target-target pembangunan daerah yang telah ditetapkan.

“Khusus untuk belanja modal dan belanja pembangunan infrastruktur masih menjadi skala prioritas, terutama infrastruktur di Ibukota Sofifi. Selain itu, perlu saya sampaikan pula prioritas pembangunan pada tahun 2022 diarahkan pada pembangunan kawasan desa mandiri percontohan, implementasi kartu Maluku
Utara yang terdiri dari kartu sehat, kartu cerdas dan kartu tumbuh, serta penanganan pemulihan dan pencegahan dampak pandemi Covid-19,” jelas Gubernur AGK.

Gubernur juga menyampaikan bajwa pada umumnya, kebijakan belanja APBD 2022 untuk membiayai program-program prioritas yang akan dilaksanakan oleh masing-masing perangkat daerah sebagai bentuk tindaklanjut dari upaya mewujudkan visi Maluku Utara Sekahtera dan lima misi Gubernur dan Wakil Gubernur. (ask)

banner 1280x960
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!