Pungutan Biaya Kesehatan Bagi Mahasiswa baru Unkhair Dinilai Memberatkan

  • Bagikan
Rektorat Unkhair Ternate. (Istimewa)

PENAMALUT.COM, TERNATE – Kebijakan Universitas Khairun (Unkhair) memberlakukan biaya tes kesehatan bagi mahasiswa baru dianggap memberatkan.

Biaya tes kesehatan bagi mahasiswa baru sebesar 302 ribu rupiah. Ini diluar dari mahasiswa baru Fakultas Kedokteran yang dipungut 600 ribu rupiah.

Padahal, biaya masuk perguruan tinggi sudah menggunakan sistem uang kuliah tunggal (UKT) yang dihitung sesuai kemampuan ekonomi mahasiswa tersebut.

Bagian Humas Unkhair, Suratin Hasan saat dikonfirmasi membenarkan pemberlakukan kebijakan tersebut.

Menurutnya, biaya tes kesehatan ini ada beberapa item, diantaranya pemeriksaan dokter umum fisik lengkap, pemeriksaan Narkoba 3 parameter, pemeriksaan rapid tes diagnostik covid-19, dan pemeriksaan visus dan tes buta warna.

Pemeriksaan kesehatan dengan biaya terbesar adalah tes psiko bagi mahasiswa baru kedokteran sebesar Rp 600.000.

“Biaya tes kesehatan Rp 302.000 untuk umum, dan Rp 600.000 khusus kedokteran. Ini karena semua hal yang menyangkut alat kesehatan disediakan kampus,” kata Suratin saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (5/8) tadi.

Meski demikian, kata dia, kampus memberikan hak bagi mahasiswa untuk melakukan tes kesehatan diluar kampus, asalkan seluruh administrasi yang di-isyaratkan terpenuhi.

Menanggapi hal ini, dosen Fakultas Ekonomi Unkhair, Mukhtar Adam menyayangkan kebijakan yang diterapkan petinggi kampus.

Menurut dia, kampus mesti memahami kondisi yang terjadi saat ini. Di mana situasi pandemi covid membuat pendapatan orang menurun.

“Unkhair adalah perguruan tinggi negeri milik pemerintah yang dimasa pandemi ini membutuhkan kebijakan yang lebih pro kepada pendidikan. Negara saja mau mengurangi UKT. Kampus jangan lagi menambah-nambah biaya yang memberatkan mahasiswa,” tukasnya.

Kampus, lanjut dia, harusnya lebih konsen pada perencanaan dan memahami ekonomi sekarang yang tidak begitu stabil.

Negara memberikan subsidi UKT yang konsepnya adalah bersifat vertikal dan tidak ada komponen biaya. Maka semenjak penerimaan mahasiswa baru hingga sarjana nanti, seharusnya tidak ada lagi pungutan yang mengatasnamakan macam-macam yang diterapkan pihak kampus.

Muhktar menilai tes kesehatan yang diberlakukan kampus adalah konsep pungutan liar, karena tidak ada dalam sistem pendidikan.

“UKT memerintahkan kesepakatan dalam rangka mencerdaskan anak bangsa dan tidak ada lagi pembebanan kepada mahasiswa. Jadi kampus jangan cari-cari lagi objek baru membebankan mahasiswa,” ujarnya.

Ia menyoroti salah satu item tes kesehatan dengan melakukan rapid tes yang merupakan kewenangan pemerintah.

“Kenapa tidak dipakai saja vaksinasi. Inikan program pemerintah, jadi pakai saja vaksin. Jangan bikin gerakan-gerakan tambahan,” tandasnya menutup. (ano/ask)

banner 680x680 banner 1280x473
banner 120x600
  • Bagikan

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!