Bahrain Klaim Pembangunan Berbasis Smart City Sudah Dilakukan

  • Bagikan
Bahrain Kasuba

PENAMALUT.COM, LABUHA – Mantan Bupati Halmahera Selatan, Bahrain Kasuba, mengklaim telah berbuat banyak terhadap pembangunan di Halsel. Bahkan pembangunan yang dilakukannya itu sudah berbasis smart city.

Pembangunan dengan konsep smart city yang dilakukannya, diakuinya belum sempurna. Dibangunnya Saruma Tawn Square dan Saruma Centeral Bisnis Distrik (SCBK) adalah satu bagian menuju smart city.

“Smart city itu adalah kota cerdas, kota pintar, kota besar, kota indah, dan kota sehat, dengan segala insfratrukturnya. Nah itu yang saya kerjakan di akhir masa jabatan dengan memperbaiki sistem pelayanan kesehatan, menyiapkan fasilitas rumah sakit yang bagus, puskesmas yang bagus, kemudian pendidikan yang bermutu sepertu pembangunan 20 gedung sekolah SMP itu adalah menyambut smart city,” katanya kepada wartawan, Senin (9/8) kemarin.

Mantan Ketua DPRD Halsel ini juga berujar, saat itu dirinya telah menggagas aplikasi di dalam smart city bersama dengan tim dari ITB. Aplikasi itu telah dikerjakan, sehingga tinggal dilanjutkan oleh Pemda Halsel sekarang.

“Jadi bicara smart city itu sudah terlambat. Smart city itu didalamnya ada kota pintar, kota sejahtera, kota bagus, kota besar, kemudian disiapkan fasiltas termasuk mutu pendidikan, sistem pelayanan kesehatan, dan tingkat ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap agar apa yang telah dikerjakannya bisa dimaksimalkan dan ditingkatkan Bupati Usman Sidik, terutama soal fasilitas yang dirasa masih kurang. Pembangunan jalan hotmix yang dimulai dari Desa Tembal menuju Popalowang, serta pembangunan pasar SCBD dan Mall Saruma Town Square adalah bagian untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.

Dosen Teknik Sipil, Universitas Muhammadiyah Maluku Utara, Rais D. Hi Yusuf menganggap apa yang dilakukan Bahrain adalah bagian dari menuju smart city.

Menurutnya, jika dalam dokumen termuat tentang kegiatan pembangunan Pasar SCBD dan Mall Saruma Town Square untuk mendukung implementasi elemen ekonomi yang cerdas dalam konteks smart city, maka bisa dikatakan itu bagian dari kegiatan yang mendukung program smart city.

Sebab elemen ekonomi yang cerdas tidak hanya berhubungan dengan pembangunan fisik saja, namun ruang lingkup elemen ekonomi yang cerdas  sangat luas. Terutama berkaitan dengan inovasi-inovasi baru yang dilakukan oleh pemerintah daerah untuk mendukung peluang usaha baru dan meningkatkan persaingan pasar usaha atau modal.

Terlepas dari diskursus di atas, kata dia, dalam konteks strategi pembangunan dan manajemen kota, maka implementasi konsep smart city di Labuha, Kabupaten Halmahera Selatan membutuhkan berbagai persiapan.

“Karena ketika Labuha dijadikan sebagai salah satu simpul penerapan konsep smart city, akan menghadapi berbagai hambatan seperti sumber daya, disposisi dalam pelaksanaan kebijakan, sosialisasi, dan struktur birokrasi,” terangnya. (rul/ask)

banner 1280x960
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!