Harga Ganti Rugi Lahan Rendah, KATAM: PT EFI tidak Manusiawi

  • Bagikan
Koordinator KATAM Maluku Utara, Muhlis Ibrahim. (Istimewa)

PENAMALUT.COM, TERNATE – Ganti rugi pembebasan lahan milik warga oleh perusahaan pertambangan PT Emerald Ferrochromium Industry (EFI) terkesan tidak manusiawi.

Hal itu disampaikan oleh Koordinator Konsorsium Advokasi Tambang (KATAM) Maluku Utara (Malut) Muhlis Ibrahim, melalui siaran pers yang diterima Penamalut.com, Rabu (18/8).

Muhlis mengatakan, perusahaan yang melakukan kegiatan pertambangan di Kecamatan Kao Utara, Halmahera Utara, tersebut membayar lahan warga secara bervariasi.

“Dari hasil investigasi kami, ada yang harganya Rp 3.500 hingga Rp 10 ribu per meter. Hal ini tentu penting dipertimbangkan kembali, karena harga tersebut terlalu rendah,” tegasnya.

Dia menambahkan, lahan milik warga tersebut merupakan lahan untuk bertani. Artinya, nafkah dari hasil pertanian warga tidak sesuai dengan harga yang ditetapkan oleh PT EFI. Apalagi, kehidupan keluarga para warga yang bertani sangat tergantung dari lahan tersebut.

“Maka dari itu, paradigma yang harus dibangun dalam melakukan pembebasan lahan warga adalah bukan dengah mengganti rugi lahan, melainkan manganti untung,” tegas Muhlis.

Pemerintah daerah, tegas Muhlis lagi, harus benar-benar jernih melihat hal ini. Jangan mengeluarkan kebijakan yang justru merugikan masyarakat. Apalagi, dalam momentum pembebasan lahan warga, banyak pihak yang ingin mencari untung.

“Kami ingin tegaskan kepada semua pihak, agar jangan mencari keuntungan diatas penderitaan masyarakat,” tutup Muhlis. (kep)

banner 680x680 banner 1280x473
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!