Nurlela Syarif Minta Pihak Penginapan Harus Ditegur

  • Bagikan
Nurlela Syarif saat menjenguk 16 ABG yang diamankan di tempat rehabilitasi BNNP Malut. (Istimewa)

PENAMALUT.COM, TERNATE – Diamankannya 16 ABG oleh petugas Satpol PP Kota Ternate di salah satu penginapan di Kelurahan Tanah Tinggi pada Kamis (16/9) malam, mendapat perhatian serius dari anggota DPRD Kota Ternate, Nurlela Syarif.

Pasca diamankannya ke 16 ABG ini, Anggota Komisi III DPRD ini langsung mendatangi ruang rehabilitasi BNN Maluku Utara untuk melihat kondisi mereka.

Nurlela geram saat melihat ke 16 ABG yang usianya rata-rata masih 18 tahun.

Ia menyesalkan sikap pihak penginapan yang tidak ada upaya untuk melarang tamu usia anak di bawah umur untuk menginap atau menggunakan fasilitas penginapan sebagai tempat yang meresahkan warga.

“Seharusnya pihak penginapan meski mengejar tamu, juga harus ada rasa tangung jawab sosial, misalkan meminta KTP atau identitas tamu. Jika masih usia remaja atau anak di bawah umur, jangan diizinkan menginap. Ini malah membiarkan begitu saja. Pihak penginapan juga harus ditegur, karena menjalankan usaha tanpa mengedepankan tangung jawab sosial,” tegas Nurlela

Untuk itu, politisi Partai Nasdem ini meminta adanya pengawasan dari pemerintah kecamatan dan kelurahan tempat usaha penginapan ini.

“Harus dikontrol, jangan sampai penginapan dijadikan tempat mesum dan penggunaan narkoba dan miras,” pintanya.

Ia juga menyesalkan sikap orang tua dan keluarga 16 ABG ini yang tampaknya tidak terlalu memperhatikan mereka.

“Setelah saya turun cek kondisi 16 ABG ini di pusat rehabilitas BNN, tampak remaja ini biasa-biasa saja dan tidak merasa bersalah. Sepertinya mereka tidak mendapat perhatian dari keluarga,” sesalnya.

Nurlela bilang, salah satu faktor kenapa anak remaja sekarang bebas berinteraksi melakukan perilaku menyimpang, karena hampir sebagian besar anak-anak ini kurang mendapat perhatian maupun pengawasan dari orang tua maupun keluarga.

Remaja yang diamankan itu kebanyakan berasal dari Kabupaten Halmahera Utara, namun ada juga yang dari Kota Ternate.

Ia meminta agar masalah seperti ini menjadi perhatian bersama, baik aparatur pemerintahan maupun orang tua. Begitu juga keluarga agar bisa memaksimalkan pengawasan terhadap anak-anak dari bahaya penyalahgunaan narkotika dan zat adiktif lainnya.

“Ini harus butuh perhatian bersama, baik keluarga maupun lembaga instansi terkait untuk mencegah terjadinya pesta miras dan narkotika yang dilakukan anak-anak,” tukasnya. (udi/ask)

banner 1280x960
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!