Ibu Meninggal Terbakar, Pernikahan Sang Anak Terpaksa Ditunda

  • Bagikan
Rumah milik Hj. Nurain yang terbakar. (Karno/Penamalut)

PENAMALUT.COM, TERNATE – Duka mendalam dialami keluarga Suriani Umagap, warga Kelurahan Santiong, Kota Ternate.

Pasalnya, kebakaran hebat yang terjadi pada Jumat (24/9) sekira pukul 02.00 WIT dini hari tadi itu tidak hanya menghanguskan seisi rumah milik orang tuanya. Namun sang ibu, Hj. Nurain Gailea, juga ikut terbakar dan meninggal dunia.

Padahal, di rumah yang terbakar ini sudah direncanakan untuk digunakan sebagai tempat acara pernikahan anaknya, Isnawati Ibrahim, yang juga merupakan cucu sang almarhum.

“Kami pihak keluarga sudah merencanakan tanggal pernikahan anak kami, tapi musibah ini sudah terjadi. Tanggal pernikahan yang direncanakan tanggal 11 Oktober 2021 akan ditunda, karena kami masih berduka. Nanti kami sekeluarga duduk berunding dan bahas ulang,” ujar Suriani saat ditemui wartawan di lokasi kejadian, siang tadi.

Suriani mengatakan, pernikahan Isnawati sangat ditunggu-tunggu sang nenek. Sebab Isnawati sejak kecil sudah hidup bersama almarhum. Bahkan keinginan almarhum agar acara pernikahan sang cucu dibuat besar-besaran.

“Nanti selesai hari (berkabung), entah acara pernikahan itu bisa-biasa saja juga tidak apa-apa. Lagian ibu saya juga sudah meninggal, mau buat acara besar-besaran buat apa lagi,” kata Suriani sambil meneteskan air matanya.

Keluarga korban lainnya, Hj. Anti menyampaikan, meski tanggal dan hari pernikahan Isnawati suda disepakati bersama keluarga calon pengantin pria, namun akan dipertimbangkan kembali, mengingatkan keluarganya masih dalam keadaan berduka.

“Rumah juga sudah hangus terbakar, terpkasa tanggal pernikahan nanti diatur kembali dengan keluarga,” tutur Anti.

Sementara calon pengantin, Isnawati, mengatakan saat ini pihak keluarga pria sudah melakukan antar belanja dan tinggal menunggu tanggal dan bulan pernikahan. Namun dengan musibah yang dialami keluarganya, memungkinkan pernikahan akan ditunda sementara waktu.

Suriani Umagap.

Isnawati juga menceritakan saat kejadian, keluarga sudah dalam keadaan tertidur. Ketika dengar ada keributan, ternyata api sudah menyala besar dari luar.

Saat itu mereka panik dan berhamburan di dalam rumah. Sang nenek yang usianya sudah tua itu tidak kuat menahan tebalnya asap yang mengganggu pernapasan dan penglihatan.

“Makanya nenek langsung masuk dalam kamar mandi, karena pikir ada air di dalam. Kami juga tidak bisa menyelamatkan, sebab api terlalu besar. Nenek meninggal dalam posisi sujud, dan tangannya di dalam bak air,” tuturnya.

Sementara Agis, adik Isnawati juga menceritakan, dari awal itu ia tidak tahu adanya kebakaran. Saat itu dirinya sedang tidur di lantai dua rumah tersebut. Ia kaget ketika api sedang menyela besar dan semua sudah terbakar.

“Saya keluar itu gelap karena asap tebal. Saya masuk kembali di kamar dan mengunci pintu. Di pikiran saya itu membayangkan akan ikut terbakar. Namun tiba-tiba saya lihat jendela dan dobrak langsung loncat dan jatuh di atap,” ceritanya.

Setelah turun ke bawah, ia berusaha menyelematkan sang nenek. Namun api dengan cepat membakar rumah seisi rumah dua lantai itu.

Belum diketahui pasti kerugian akibat kebakaran ini, namun diperkirakan memcapai ratusan juta rupiah. (ano/udi/ask)

banner 1280x960
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!