Rencana Merger Sekolah di Halbar Butuh Masukan Masyarakat

  • Bagikan
Kadikbud Halbar, Harun Kasim. (Haryadi/Penamalut)

PENAMALUT.COM, JAILOLO – Rencana Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Halmahera Barat untuk melakukan merger sekolah harus melalui proses.

Pasalnya, tidak serta merta merger sekolah dilakukan begitu saja, namun harus berdasarkan masukan dan dukungan dari masyarakat sekitar.

Kadikbud Halbar, Harun Kasim mengatakan, pihaknya lewat cabang dinas akan melakukan analisa, salah satunya seperti jarak sekolah yang memungkinkan untuk digabungkan.

“Masukan-masukan dari cabang dinas inu kemudian kami lakukan rapat bersama, setelah itu kami akan turun ke desa-desa dan sekolah yang  rencana digabungkan itu. Kami akan bicarakan dengan masyarakat setempat dan menanyakan kira-kira masyarakat setuju atau tidak jika sekolah digabungkan,” ujar Harun kepada wartawan belum lama ini.

Mantan Kepala Seksi Produksi Media Pembelajaran Balai Tekom Dikbud Maluku Utara ini juga menyebutkan, jika tokoh masyarakat dan pemuda serta masyarakat sekitar setuju penggabungan sekolah, maka akan dilaporkan ke Bupati.

Proses selanjutnya, kata dia, pihaknya bakal meminta persetujuan dari DPR. Setelah adanya persetujuan, maka kembali ke Bupati untuk mengeluarkan produk hukumnya, baik llewat Peraturan Bupati (Perbup) maupun melalui SK.

Mantan Kepala SMK Negeri 1 Halbar tahun 2003-2010 ini juga menyampaikan di Halbar saat ini masih banyak kekurangan guru. Namun demikian, ada juga guru titipan.

“Saya merencanakan untuk data kembali guru-guru titipan itu dan dikembalikan ke sekolah asalnya masing-masing,” terangnya.

Ia bilang, penyebab kekurangan guru ini karena perekrutan guru sebelum-sebelumnya sangat sedikit. Bahkan ada guru yang sudah pensiun, namun belum terisi dengan guru baru.

“Ini akan kita upayakan untuk pemerataan guru,” jelasnya. (adi/ask)

banner 1280x960
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!