Kata Para Founder Tentang Wirausaha: Selain Akses, Perlunya Motivasi dan Dorongan

  • Bagikan
Dua narasumber dihadirkan dalam kegiatan talk show yang digelar KNPI Malut, Senin (25/10) kemarin. (Karno/NMG)

PENAMALUT.COM, TERNATE – Generasi muda atau yang disebut generasi milenial, dituntut harus memiliki jiwa kewirausahaan.

Inilah yang mendorong DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Maluku Utara membuat talk show bertemakan “Wirausaha Generasi Z dan Milenial, Kreatif, Solutif dan Mandiri”.

Kegiatan yang mengundang beberapa narasumber dari founder bisnis ternama itu dilaksanakan pada Senin (25/10), bertempat di Ballrom Waterboom, Kota Ternate.

CEO Eksotic Model Project, Almud Masud mengatakan, untuk generasi milenial dalam upaya mengembangkan wirausaha, perlunya membuka akses di sosial media dan juga sosialisasi. Selanjutnya mediasi bersama antara pemerintah dan generasi milenial, apalagi sekarang sudah berkembang pesat teknologi.

Selain itu, harus diperkenalkan lagi tentang wirausaha ini dan dijadikan salah satu bahan ajar kepada anak-anak. Sehingga lebih inovatif ke depannya.

“Solusi lainnya, kegiatan-kegiatan talk show sepertu ini perlu dilakukan dan ada suatu pergerakan sosialisasi yang benar-benar para generasi melenial tidak hanya menerima ilmu dan materi, tetapi bisa terjun langsung untuk mempraktiknya,” ujar Komisaris Utama Pilar Cipta Mulia ini.

Lebih lanjut Almud menuturkan, juga tidak boleh melupakan ada istiadat yang ada. Sehingga alangkah baiknya harus ditingkatkan UMKM atau prodak-prodak lokal yang sudah ada di Ternate khususnya, dan pada umumnya di Maluku Utara.

“Jadi selain kita mendukung prodak-prodak yang ada disini, tanpa sadar secara langsung kita juga mendukung kepada sumber daya manusia yang ada di daerah ini,” tuturnya.

Ia berujar, generasi muda perlunya memahami kesiapan dalam kegiatan aktivitas akademik atau non akademik. Sehingga lebih siap dalam menyambut industri five point zero (5.0).

“Anak milenial disini kurang rumpun dan kurang senang degan materi, paling tidak harus ada bahan ajar, sehingga dirasakan oleh kita sendiri. Jadi mereka memahami distu seolah-olah mereka kita, begitu dengan sebaliknya,” tandasnya.

Sementara Fashion Designer dan CCFO Garmindo, Sofi Ardia menambahkan, mengembangkan usaha bagi generasi milenial perlunya mengenal diri sendiri atau self branding. Setalah itu, berusahalah menjadi versi terbaik bagi diri sendiri.

“Kalau misalnya bisa kembangkan usaha dari hobi, fashion itu yang diteruskan dan dikembangkan. Terutama kenali diri sendiri,” tambahnya.

Ia menyebut kesadaran berwirausaha di Maluku Utara, khususnya generasi milenial masih sangat rendah dan ini sangat berbeda jauh dengan wilayah luar.

“Generasi di luar, kesadaran berwirausahanya lebih tingga dibanding di sini. Karena daerah sini mindsetnya masih pegawai. Artinya pemikiran berwirausaha bisa dibilang masih sempit, karena mereka melihat berwirausaha hanya yang keci-kecilnya. Sementara yang besar-besar tidak. Sehingga perlunya banyak motivasi dan dorongan,” pungkasnya menutup. (ano/ask)

banner 1280x960
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!