Jaksa Agung Kaji Hukuman Mati Terdakwa Kasus Asabri dan Jiwasraya

  • Bagikan
Jaksa Agung, ST Burhanuddin. (Istimewa)

PENAMALUT.COM, JAKARTA – Jaksa Agung, ST Burhanuddin, akan mengkaji hukuman mati kepada para terdakwa kasus megakorupsi PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri) dan kasus Jiwasraya. Hal itu didasarkan atas kerugian negara dalam kasus tersebut yang mencapai triliunan rupiah.

Jaksa Agung Burhanuddin melalui keterangan yang disampaikan Kapuspenkum Kejaksaan Agung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak, mengaku sangat prihatin atas kerugian akibat korupsi kasus Jiwasraya yang mencapai Rp16,8 triliun dan Asabri sebesar Rp 22,78 triliun. Sebab hal ini sangat berdampak luas, baik kepada masyarakat maupun para prajurit.

“Perkara Jiwasraya menyangkut hak-hak orang banyak dan hak-hak pegawai dalam jaminan sosial, demikian pula perkara korupsi di Asabri terkait dengan hak-hak seluruh prajurit, di mana ada harapan besar untuk masa pensiun dan untuk masa depan keluarga mereka di hari tua,” kata Simanjuntak dalam rilis yang diterima wartawan, Kamis (28/10).

Atas kasus tersebut, Jaksa Agung sedang mengkaji kemungkinan penerapan hukuman mati guna memberikan rasa keadilan dalam penuntutan perkara dimaksud. Tentunya penerapannya harus tetap memperhatikan hukum positif yang berlaku, serta nilai-nilai Hak Asasi Manusia (HAM).

“Bapak Jaksa Agung sedang mengakaji kemungkinan konstruksi lain yang akan dilakukan, yaitu bagaimana mengupayakan agar hasil rampasan juga dapat bermanfaat langsung dan adanya kepastian, baik terhadap kepentingan pemerintah maupun masyarakat yang terdampak atas kejahatan korupsi ini,” jelasnya menutup. (red)

banner 1280x960
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!