Wali Kota Disarankan Tidak Boleh Sentimen Politik Dalam Evaluasi Pejabat

  • Bagikan
Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman. (Istimewa)

PENAMALUT.COM, TERNATE – Belum lama ini, ramai diperbincangkan terkait rencana roling salah satu pejabat di lingkup Pemerintah Kota Ternate sebagaimana yang telah diberitakan.

Pejabat yang bakal diganti itu adalah Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol-PP) Kota Ternate, Fandi Mahmud. Bahkan informasinya, Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman sudah tidak sejalan dengan yang bersangkutan.

Rencana roling pejabat tersebut ditanggapi Dosen Fakultas Hukum, Abdul Kadir Bubu.

Menurut Dade sapaan akrabnya, wali kota selaku pejabat pembina kepegawaian, ia berwewenang melakukan evaluasi terhadap bawahannya. Tentunya hal ini semata-mata demi efektifitas kinerja birokrasi.

Dalam evaluasi itu, wali kota dapat melakukan promosi, roling jabatan, bahkan demosi terhadap pejabat tertentu yang dinilai tidak efektif bekerja atau melanggar kepatutan dari norma birokrasi.

Oleh karena itu, kata dia, pergantian pejabat oleh wali kota adalah hal biasa dalam birokrasi. Apalagi masa pembatasan itu telah lewat, yakni sudah lebih dari enam bulan menjabat.

Tetapi, lanjut dia, satu hal yang harus diperhatikan adalah cara wali kota dalam melakukan evaluasi itu agar tidak dikesankan ada unsur politik atau sentimen terhadap pejabat tertentu seperti halnya yang ramai di media online mengenai rencana roling Kasatpol PP.

“Bagi saya, tidak elok rasanya bahkan kesan politisnya terlalu kental atas sikap wali kota tersebut. Karena kalau mau ganti yang bersangkutan, ya ganti sj. Dan alasan pergantiannya dituangkan dalam SK, setelahnya baru disampaikan ke publik. Bukan diumbar dulu segala masalahnya, sementara tindakan pergantiannya belum dilakukan,” ujar kandidat doktor pada Universitas Islam Indonesia itu.

Abdul Kadir juga bilang, wali kota Ternate adalah seorang pamong yang khatam benar tentang asas-asas umum pemerintah yang baik. Karena itu, harus diingatkan ada norma kepatutan yang mesti dijaga dan dihormati.

“Sehingga segala tindakannya selalu bermakna pembinaan, bukan sentimen, apalagi dendam politik,” tandasnya menutup. (red)

banner 1280x960
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!