Oknum Kades di Halut Diduga Cabuli 4 Anak Dibawah Umur

  • Bagikan
Polres Halmahera Utara. (Istimewa)

PENAMALUT.COM, TOBELO – Tindakan asusila diduga dilakukan salah satu oknum kepala desa (Kades) di Kabupaten Halmahera Utara.

Oknum Kades di Kecamatan Tobelo itu mencabuli empat anak di bawah umur. Mirisnya, empat anak di bawah umur ini dua diantaranya adalah laki-laki dan dua lagi perempuan.

Orang tua para korban kini telah melaporkan pelaku ke Polres Halut.

Pengakuan salah satu orang tua  korban mengatakan, pada Minggu lalu anaknya bersama 3 teman lainnya sedang bermain di pantai. Pelaku yang saat itu juga berada di pantai lalu mengajak keempatnya anak untuk bermain di tanjung.

Sesampai di tanjung, pelaku langsung melucuti celanannya dan menyuruh dua anak laki-laki itu menghisap kemaluannya. Pelaku juga meraba kelamin dua korban perempuan.

Pelaku saat itu juga saat itu menjnjikan akan memberikan para korban uang senilai 500 ribu. Bahkan pelaku juga mengancam para korban agar tidak melaporkan kepada siapapun.

“Waktu itu saya pulang dari kegiatan Gereja Betani sudah sore, setelah sampai di rumah tidak menemukan anak saya, dan langsung ke rumah kaka yang sedang perbaikan atap rumah. Di rumah itu saya tanya suami, katanya ke Polres terkait kasus ini,” kata ibu korban.

Ibu korban juga mengungkapkan perkembangan mental mulai kurang baik.

“Dua minggu terakhir setelah kejdian ini anak mulai murung dan sering melamun. Saya minta kepada polisi agar kasus ini diusut tuntas,” pintanya.

Terpisah Kepala Seksi (Kasi) Humas Polres Halut, Iptu Kolombus Guduru membenarkan adanya laporan pencabulan yang dilakukan oknum Kades. Pihaknya akan menindaklanjuti laloran tersebut.

“Laporan ini akan ditindaklanjuti,” janjinya.

Sementara Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Halut, Wenas Rompies kepada wartawan mengatakan akan memberikan sanksi tegas terhadap oknum Kades.

Wenas mengaku baru mendengar informasi tentang dugaan kasus pencabulan tersebut.

“Jika kasus ini benar sudah dilaporkan ke kepolisian untuk dilakukan proses pemeriksaan, dan kemudian ditahan karena sudah ditetapkan tersangka, maka kami memberikan sanksi tegas dengan memberhentikan sementara oknum Kades ini,” tegas Wenas, Senin (8/11).

“Kami juga akan menyiapkan penjabat sementara kepala desa di desa tersebut sambil menunggu putusan pengadilan,” pungkasnya. (fnc/ask)

banner 1280x960
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!