Temuan di Disperindag Kota Ternate Dikembalikan Seluruhnya

  • Bagikan
Kasi Datun Kejari Ternate, Safri Abdul Muin. (Aksal/NMG)

PENAMALUT.COM, TERNATE – Temuan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI Perwakilan Maluku Utara pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Ternate tahun 2019 sebesar 1,8 miliar, kini telah dikembalikan sepenuhnya.

Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Kejari Ternate, Safri Abdul Muin kepada wartawan media ini menuturkan, pihak Disperindag telah menyelesaikan temuan BPK pada tahun 2019 lalu. Di mana sisa temuan BPK senilai 73 juta yang sebelumnya belum diselesaikan, kini sudah dikembalikan.

Menurut dia, mereka yang bertanggungjawab atas temuan tersebut, yakni mantan Kabid Penagihan dan Pendataan berinsial A, mantan Kasi Penagihan berinsial AG, serta Bendahra Penerima insial M.

“Alhamdulillah tepat hari ini, mereka sudah menyetorkan Retribusi pasar yang menjadi temuan BPK. Kita akan buatkan berita acara negosiasi penyelesaian kewajiban setoran retribusi pasar yang telah dipungut dari wajib retribusi yang telah disetor seluruhnya,” jelas Safri, Selasa (16/11).

Safri yang juga mantan Kasi Intel Kejari Tikep ini menambahkan, pada prinsipnya selaku Jaksa Pengacara Negara (JPN) akan selalu melakukan upaya preventif. Upaya yang dilakukan sebagai non litigasi (di luar pengadilan) dan ini dianggap berhasil, karena temuan itu telah diselesaikan seluruhnya.

“Jadi ada itikad baik dari mereka (tiga petugas) yang telah melunasi setoran retribusi pasar. Ini dilakukan sesuai dengan point dalam klausul dalam Surat Kuasa Khusus (SKK) yang diterima,” tambahnya.

Lanjutnya, karena tugas JPN dalam menerima kuasa berhak untuk melakukan pertemuan, menghadap kepada pejabat yang berwenang, membuat usulan perdamaian, berita acara perdamaian, kesepakatan perdamaian, somasi/peringatan, serta menandatangani surat-surat yang diperlukan dan melakukan segala tindakan bahkan perbuatan yang dianggap perlu maupun berguna untuk kepentingan pemberi kuasa.

Sekadar diketahui, temuan BPK kekurangan penerimaan retribusi pasar grosir dan pertokoan sebesar Rp 1.078.288.723 yang belum disetor ke kas daerah.

Namun pada 9 Juni 2020, Bendahara Penerima Disperindag kemudian menyetor ke rekening penerimaan Pemkot Ternate sebesar 900 juta dan 18 Juni 2020 kembali melakukan penyetoran sebesar Rp 29.913.000. Selain itu, 24 Juni 2020 kembali setor retribusi pasar sebesar 75 juta.

Jadi total seluruhnya penerimaan atas retribusi pasar grosir dan pertokoan yang sudah disetor ke kas daerah sebesar Rp 1.004.913.00. Sehingga dikurangi dengan nilai temuan setelah dikroscek adalah Rp 1.078.288.723, dan tersisa Rp 73.375.723 yang belum disetorkan, kini telah dilunasi semuanya. (gon/ask)

banner 1280x960
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!