Anggaran Desa Waisepa Diduga Digelapkan, Inspektorat Sula Diminta Lakukan Audit

  • Bagikan
Kantor Desa Wisepa. (Isrudin/NMG)

PENAMALUT.COM, SANANA – Warga Desa Waisepa, Kecamatan Sulabesi Timur, Kabupaten Kepulauan Sula, mendesak Insepektorat Sula agar melakukan audit atas dugaan penyalahgunaan Anggaran Desa Waisepa.

Informasi yang diterima dari salah satu warga setempat menyebutkan, berdasarkan data Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) tahun 2021 pada beberapa item pekerjaan yang dikerjakan tidak sesuai rencana anggaran belanja (RAB).

Pekerjaan yang tidak sesuai RAB itu diantaranya pembangunan jalan setapak dan pembangunan jembatan, yakni pembangunan setapak dengan nilai 120 juta dengan panjang pembangunan setapak 169 meter, serta material lainnya yang tidak diadakan dalam pekerjaan seperti pasir urug sebanyak 18 kubik senilai Rp 5.652.000.

Selain itu, ada juga pasir cor per kubik sebanyak 50 kubik senilai Rp 15.700.000, serta pasir krikil cor sebanyak 60 kubik senilai Rp 20.500.000.

Juga pada pekerjaan jembatan yang didalam RAB rinciannya tertulis seperti pasir pasang 11 kubik, pasir cor 6 kubik, krikil cor 7 kubik, dan pasir plester 5 kubik, serta tanah urug 16 kubik dengan jumlah total ratusan juta rupiah. Namun pekerjaannya tidak ada.

“Kami menduga Kepala Desa Waisepa sudah menggelapkannya. Untuk itu, kami minta Inspektorat harus lakukan audit,” pinta warga.

Semsntara Kapala Desa Waisepa, Safinudin Sibela yang dikonfirmasi melalui sambungan telepon tidak menggubris hingga berita ini ditayangkan. (ish/ask)

banner 1280x960
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!