Cabuli 16 Remaja, Oknum Kades di Halmahera Utara Terancam 15 Tahun Penjara

  • Bagikan
Konferensi pers penetapan tersangka oknum Kades cabul oleh Polres Halut. (Chido/NMG)

PENAMALUT.COM, TOBELO – Penyidik Reskrim Polres Halmahera Utara akhirnya menetapkan tersangka terhadap Kepala Desa Wari Ino, Kecamtan Tobelo, MJ alias Melson, atas dugaan pencabulan terhadap anak di bawah umur.

Atas perbuatannya itu, Melson dikenakan Pasal 82 ayat 1 dan ayat 2 junto pasal 76E UU Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindujgan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Kasat Reskrim Polres Halut melalui Kanit III Aipda Suhardiman Samuda menjelaksan, peristiwa pencabulan itu terjdi pada tangal 24 September 2021 di sebuah tempat di Halut. Pelaku MJ mencabuli empat korban di bawah 18 tahun.

Dalam proses penyelidikannya, terungkap bahwa perbuatan pelaku tidak hanya pada empat korban. Polisi berhasil mengungkap korban perbuatan tercela dari oknum Kades ini berjumlah 16 orang.

“Semua korban berdomisi di tempat yang sama dengan pelaku. Namun demikian, korban lainnya dipastikan bertambah. Sebab saat ini masih dalam tahapan proses penyelidikan,” jelas Suhardiman dalam konferensi pers, Rabu (24/11) tadi.

Mirisnya, pelaku selain seorang kepala desa, juga pernah menjadi koordinator Pusat Pengembangan Anak (PPA) di Gereja Desa Wari Ino.

Modus yang dilakukan tersangka yaitu dengan mengajak para korban jalan ke pantai, berenang, maupun ke kebun. Korban juga diajarkan mengenderai sepeda motor di kawasan pemerintahan tepatnya di lapangan depan kantor bupati.

Setelah pelaku berhasil membujuk para korban untuk jalan, pelaku kemudian melancarkan aksinya dengan membuka celana korban dan memegang kemaluan mereka. Pelaku juga menyuruh para korban untuk minghisap kelaminnya.

“Aksi ini dilakukan pelaku pada beberapa tempat yang berbeda-beda dengn korban yang juga berbeda. Saat ini pelaku sudah kita tetapkan tersangka,” terang Suhardiman menutup. (fnc/ask)

banner 1280x960
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!