Maluku Utara Masuk 3 Besar Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

  • Bagikan
Foto bersama pada kegiatan pertemuan tahunan Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara. (Harita for NMG)

PENAMALUT.COM, TERNATE – Pertumbuhan ekonomi di Provinsi Maluku Utara terbilang cukup bagus pada tahun 2021 ini. Hal ini menempatkan Provinsi Maluku Utara berada pada posisi 3 besar sebagai daerah dengan tingkat pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Maluku Utara, Hario Kartiko Pamungkas mengatakan, selama tahun 2021, Bank Indonesia telah menjalankan fungsi advisor bagi pemerintah daerah baik untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah maupun pengendalian inflasi.

“Seperti yang diketahui bahwa selama tahun 2021, pertumbuhan ekonomi Provinsi Maluku Utara dari kuartal satu sampai kuartal tiga berada pada posisi 3 besar Indonesia. Inflasi Maluku Utara tercatat rendah dan stabil sepanjang 2021. Ini tidak lepas dari koordinasi yang baik dari tim pengendalian inflasi daerah (TPID) di Maluku Utara,” ujar Hario dalam pertemuan tahunan nasional yang berlangsung di Royal Resto Ternate, Rabu (24/11) tadi.

Selain itu, lanjut Hario, terdapat kerjasama antar daerah Provinsi Maluku Utara dengan Provinsi Jawa Timur, serta Provinsi Sulawesi Utara. Kerjasama ini bertujuan untuk mengendalikan inflasi, khususnya dalam memastikan ketersediaan pasokan komoditas volatile food seperti ikan dan ayam.

Hal ini membuat beberapa pencapaian penting yang diraih di tahun 2021, antara lain pertumbuhan jumlah merchant pengguna Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Maluku Utara telah mencapai angka 198 persen. Dimana angka tersebut merupakan jumlah pertumbuhan tertinggi dalam program QRIS 12 juta merchant secara nasional.

Hario juga mengungkapkan bahwa TPID Provinsi Maluku Utara berhasil masuk sebagai nominasi TPID terbaik se-Sulampua (Sulawesi, Maluku dan Papua). Bank Indonesia juga berhasil meningkatkan produktivitas UMKM binaan klaster ketahanan pangan, serta berhasil meningkatkan jumlah UMKM mitra sebanyak 8 UMKM.

BI juga mendorong digitalisasi UMKM melalui event Torang Go Digital dan Pesona Kie Raha. Selama 2021, Bank Indonesia terus mengembangkan UMKM di Provinsi Maluku Utara dengan melakukan berbagai pelatihan maupun expo, seperti Festival Ekonomi Syariah (Feksyar), Karya Kreatif Indonesia (KKI), dan event nasional Gerakan Bangga Buatan Indonesia (GBBI).

“Kami juga memberikan Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) dengan total sebesar 4,6 niliar rupiah di tahun 2021 dari mulai beasiswa, kepedulian sosial sampai pengembangan UMKM di Provinsi Maluku Utara,” jelasnya.

Pihaknya juga pada tahun 2022 akan merekomendasikan perkembangan perekonomian Maluku Utara untuk mendorong stimulus sektor pertanian dan perikanan untuk meningkatkan pasokan pangan, meningkatkan kesejahteraan, dan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

“Selain itu, meningkatkan animo generasi muda untuk berkecimpung lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan melalui digitalisasi dan implementasi program yang inovatif, serta mengoptimalkan penyaluran bantuan sosial, belanja pemerintah, dan program pemulihan ekonomi nasional (PEN),” terang Hario menutup. (udi/ask)

banner 1280x960
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!