Majang  

Pengidap HIV/AIDS di Kota Ternate Capai 641 Orang

Ilustrasi HIV/AIDS. (Istimewa)

PENAMALUT.COM, TERNATE – Pengidap HIV/AIDS di Kota Ternate mencapai 641 orang.

Ini berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kota Ternate. Data tersebut terhitung sejak tahun 2007 sampai November 2021.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Ternate, Nurbaity Radjabessy mengatakan, data pengidap HIV/AIDS sebanyak 641 orang itu 135 orangbdiantaranya sudah meninggal. Sementara sisanya 506 masih berkeliaran di Kota Ternate.

Saat ini pihaknya berupaya mencari orang-orang yang sudah terkena HIV/AIDS, namun tidak pernah berobat sama sekali.

“102 orang sudah diobati, namun tidak berobat lagi (gagal follow up). Sementara 179 orang lainnya dalam proses pengobatan berupa ARV, sedangkan yang tidak pernah sama sekali diobati (belum ARV) sebanyak 225 orang. Padahal mereka ini ketika diperiksa, sudah terkena HIV/AIDS,” kata Nurbaity saat ditemui wartawan, Rabu (1/12) tadi.

Menurut dia, 179 orang yang diobati itu sangat teratur. Kesehatan juga sudah membaik.

“Tetapi yang dikhawatirkan mereka tidak minum obat, karena virus HIV kalau sudah kena mulai 3 bulan kemudian HIV menetap dalam tubuh manusia sekitar 5 sampai 10 tahun tubuh masih merasa biasa. Setelah lebih dari 10 tahun barulah mulai ada tanda-tanda seperti batuk sampai meninggal,” jelasnya.

“Oleh karena itu, tim kesehatan sedang berupaya mencari orang yang terkena HIV/AIDS, namun masih berkeliaran. Sebab data pengidap HIV/AIDS tahun 2021 sangat meningkat, yakni sebanyak 87. Ini berbeda jauh dengan tahun sebelumnya,” sambungnya.

Ia bilang, potensi penularan HIV/AIDS ini sangat tinggi. Namun demikian, penularan itu bukan lewat sentuhan tubuh terkecuali ada 4 hal, yakni penularan melalui jarum suntik, penularan narkoba, penularan cairan sperma, dan penularan air susu.

“Untuk air susu ibu (ASI) misalnya, sudah kena HIV tidak boleh anak menyesui, harus dikasih minum susu botol. Saat melahirkan meskipun anak tidak dikasih air susu, namun bisa saja 0,01 persen anak terpapar HIV, namun di lihat sebagian besar tidak terjadi begitu,” ujarnya.

Pihaknya berharap dengan momen hari AIDS sedunia tepat 1 Desember ini masyarakat harus hidup sejahtera, hidup sehat, dan tidak boleh gonta ganti pasangan. Apalagi anak remaja, harus ada kontrol dari orang tua.

“Olehnya itu, langkah pencegahan dari tim kesehatan saat ini lagi menyebar semua wilayah kelurahan untuk cari tahu 225 orang itu tempat tinggal mereka dimana saja. Kami akan berupaya melakukan pencegahan,” tukasnya. (udy/ask)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.