Majang  

Keluarga Tunjuk Taufik Majid Sebagai Kimalaha Marsaoly

Taufik Majid. (Istimewa)

PENAMALUT.COM, TERNATE – Keluarga besar Klan Marsaoly bersepakat mengangkat Taufik Bin Idrak Bin Yusuf Majid sebagai Kimalaha Marsaoly.

Kesepakatan ini dituangkan dalam surat pernyataan tertulis yang ditandatangani 12 perwakilan keluarga besar Majid atau Klan Marsaoly dan dikeluarkan pada (16/12) kemarin.

Perwakilan keluarga Klan Kimalaha Marsaoly, Erwin Majid yang merupakan anak kedua dari Hi. Burhanudin Bin Badi Bin Abdul Majid atau perwakilan klan sebelumnya menyatakan, pengangkatan Taufik Majid merupakan kesepakatan bersama keluarga besar Klan Kimalaha Marsaoly.

Taufik diangkat untuk menggantikan pemimpin klan sebelumnya, yakni Almarhum Hi. Arifin Majid.

“Kami Klan Kimalaha Marsaoly menunjuk dan menetapkan kepada Bapak Taufik Majid atas dasar kesepakatan bersama keluarga,” ujarnya saat ditemui wartawan, Jumat (17/12).

Ia juga mengimbau kepada warga masyarakat adat Kota Ternate, lebih umumnya masyarakat adat Moloku Kie Raha bahwa jika dikemudian hari terdapat oknum yang mengatasnamakan Kimalaha Marsaoly, secara tegas pihaknya menyatakan itu adalah ilegal dan  merupakan suatu pelanggaran hukum adat.

“Jika ada yang membawa atas nama Klan Kimalaha Marsaoly, kami tegaskan itu ilegal dan melanggar hukum adat se atorang,” tegasnya.

Sementara Taufik Majid ketika dikonfirmasi prihal dirinya diangkat sebagai Kimalaha Marsaoly, Sekretaris Jenderal Kementerian Deda dan PDT ini menyampaikan, harus mempelajari lebih dulu isi surat kesepakatan bersama keluarga, mengingat dirnya sementara masih di luar kota.

“Jadi beberapa hari lalu ada kumpul-kumpul, memang ada pembicaraan ke arah sana. Untuk hari ini surat pernyataan itu nanti saya cek lagi,” ujarnya.

Ia juga akan mendalami terlebih dahulu permintaan keluarga, tetapi jika itu membawa kebaikan bersama dalam memperbaiki hubungan silaturahmi sesama perangkat adat, akan tetap bersedia.

“Kalau memang ini kebaikan kebutuhan sesam perangkat adat untuk mengisi kekosongan di Klan Kimalaha Marsaoly dan menjaga hubungan harmonisasi, Insa Allah. Saya akan pelajari dulu sebaik-baiknya, karena ini termasuk amanah yang  cukup berat,” tukasnya.

Menurut dia, prospek masyarakat adat terutama bagaimana perangkat kesultanan Ternate dan keluarga inilah yang menjadi penting. Sehingga harus hadir memberikan suatu keharmonisan, suasana yang damai bagi masyarakat Ternate, lebih umumnya masyarakat Maluku Utara.

Terkait ditunjuknya ia sebagai perwakilan klan adalah kesepakatan keluarga, maka hal utama yang dilakukan tentunya melakukan konsolidasi keluarga Klan Kimalaha Marsaoly, lebih utamanya lagi keluarga Fala Raha yakni Klan Kimalaha Tomaito, Kimalaha Tomagola dan Kimalaha Tomaidi/Tamadi.

“Pertama empat klan ini harus duduk bersama mencermati situasi yang berkembang saat ini, kemudian mendudukkan apa kira-kira masalahnya, sehingga ada dinamika yang dapat menimbulkan konflik terutama di internal Keluarga Kesultanan Ternate,” pungkasnya. (ano/ask)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.