BNNP Malut Ungkap 13 Kasus Narkoba, Waspada Beredarnya Ganja Gorila

Konferensi pers akhir tahun BNNP Malut yang dipimpin Kepala BNNP, Brigjen (Pol) Wisnu Handoko. (Anton/NMG)

PENAMALUT.COM, TERNATE – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Maluku Utara pada tahun 2021 ini menangani 13 kasus penyalahgunaan Narkoba.

Dari 13 perkara ini, 12 diantaranya sudah P-21 atau berkasnya sudah lengkap dan diterima jaksa. Sementara satu kasus lagi saat ini masih ditangani BNN Kabupaten Pulau Morotai.

Kasus penyalahgunaan Narkoba yang ditangani BNN Morotai itu melibatkan oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkab Morotai, BT (35).

“Dari sekian pelaku, hanya yang di Morotai ini yang bersatus ASN,” jelas Kepala BNNP Malut, Brigjen (Pol) Wisnu Handoko saat menggelar konferensi pers di Kantor BNNP Malut, Kamis (30/12).

Selain mengamankan tersangka, pihaknya juga berhasil mengamankan barang bukti sabu sebanyak 257,7 gram dan 1.807,69 gram ganja kering.

Wisnu berujar, dari barang bukti sabu jika diumpamakan 1 gram kemudian disalahgunakan 20 orang, maka BNNP Malut telah menyelamatka 5.154 orang. Begitu juga dengan ganja diasumsikan 1 gram disalahkan gunakan 5 orang, tentu ada 903.845 orang yang sudah diselamatkan.

Penyulundupan Narkoba di Indonesia, kata Wisnu, 80 persen melalui jalur laut termasuk di Maluku Utara. Sebab letak geografis wilayah Malut dihimpit oleh provinsi-provinsi lainnya dengan mobilitas kapal laut yeng setiap hari berlalu-lalang.

“Jadi tidak menutup kemungkinan barang ini dimuat di kapal, karena sudah pernah kita tangkap. Selanjutnya melalui jasa pengiriman barang atau paket, dan kurir,” ungkapnya.

Pihaknya juga telah menerima informasi dari Polda Malut bahwa di Malut sudah masuk Narkoba jenis baru yang disebut NPS (Narkoba Sintestis) adalah sejenis ganja gorila.

“Ada data yang kami terima dari Polda, Narkoba jenis ganja gorila yang ditemukan di Ternate pada tahun 2021 sebanyak 144,27 gram,” tukasnya.

Sementara terkait Program Layanan Rehabilitasi Instansi Pemerintah (PLRIP), BNNP melaksanakan layanan rehabilitasi rawat jalan sebanyak 36 klien yang terdiri dari 30 laki-laki dan 6 perempuan.

36 orang itu 5 diantaranya merupakan penyalahgunaan sabu, ganja 9 orang dan lem 22 orang.

Ia menyebut dari sejumlah kasus yang direhabilitasi, 8 diantaranya pekerja swasta, 16 pelajar, 11 tidak bekerja, 1 PNS, 3 berpendidikan terakhir SD, 12 berpendidikan SMP, dan yang berpendidikan SMA terdapat 19 orang.

“Layanan rehabilitasi rawat jalan juga dilakukan BNN Kabupaten Halmahera Utara, BNN Kota Tidore Kepulauan dan BNN Pulau Morotai,” ujarnya.

Tak hanya itu, layanan paska rehabilitasi rawat lanjut yang dilakukan BNNP pada tahun ini terdiri dari tiga tahap yang menjangkau 35 klien.

“Selanjutnya dari 35 klien tersebut, seksi pasaca rehabilitasi melakukan pendampingan dan pemantauan kepada mereka yang telah kembali ke masyarakat sebanyak 22 klien,” tutupnya. (ano/tr1/ask)

Respon (15)

  1. This web page is mostly a walk-by means of for the entire information you wanted about this and didn’t know who to ask. Glimpse here, and you’ll undoubtedly discover it.

  2. Thanks a bunch for sharing this with all folks you actually understand what you are talking about! Bookmarked. Please also talk over with my site =). We may have a hyperlink trade arrangement between us!

  3. Do you mind if I quote a couple of your articles
    as long as I provide credit and sources back to
    your website? My blog is in the exact same area of interest as yours and
    my users would definitely benefit from a lot of the information you
    present here. Please let me know if this ok with you.
    Cheers!

  4. I really like your writing style, fantastic info, thanks for putting up :D. “I will show you fear in a handful of dust.” by T. S. Eliot.

  5. Hi there! I’m at work browsing your blog from my new iphone 4! Just wanted to say I love reading your blog and look forward to all your posts! Keep up the excellent work!

Komentar ditutup.