Dinilai Lambat Tangani Kasus Korupsi, GMNI Minta Kajati Malut Evaluasi Kejari Sula

Sekretaris DPD GMIN Malut, Fandi Norau. (Istimewa)

PENAMALUT.COM, SANANA – Penanganan kasus korupsi di Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepulauan Sula dinilai lambat.

Salah satu kasus yang saat ini belum juga diselesaikan adalah kasus dugaan korupsi pengadaan lampu Solar Single Ornament (SSO). Padahal, kasus tersebut sudah ada kerugian negaranya.

Lambatnya penanganan kasus korupsi ini membuat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Maluku Utara mendesak kepada Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Malut untuk mengevaluasi pihak Kejari Sula.

“Seharusnya kasus ini sudah dilakukan penetapan tersangka, karena Kejari sudah mengantongi hasil auditnya,” ujar Sekretaris DPD GMNI Malut, Irfandi Norau kepada media ini, Sabtu (15/1).

Kasus dugaan korupsi lampu SSO ini, kata dia, ditangani Kejari Sula berdasarkan surat perintah penyidikan Kepala Kejari dengan Nomor SPERIN 175/Q.2.14/Flid.1/06/2020 tertanggal 19 juni 2020, namun hingga kini belum ada penetapan tersangka.

“Oleh karena itu, kami meminta dengan tegas kepada Kajati Malut agar mengevaluasi Kejari Sula,” pinta Fandi.

Fandi menegaskan, apabila dalam waktu dekat tidak ada yang ditetapkan tersangka dalam kasus tersebut, maka DPD GMNI Malut akan konsolidasi melakukan unjuk rasa di depan Kantor Kejati Malut.

“Demikian juga beberapa kasus korupsi lain, seperti dugaan pemotongan Dana Alokasi Khusus (DAK) di Diknas Sula tahun 2021 harus segera dituntaskan,” desaknya.

Sekadar diketehui, pengadaan lampu Solar Single Ornament (SSO) dinggarkan pada tahun 2019 senilai 2,1 miliar rupiah yang melekat pada Dinas PUPRKP itu dikerjakan CV. Kharisma Karya. (ish/ask)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.