ASN Pemkot Yang Terlibat Penipuan Ijazah Harus Diberi Sanksi Tegas

Muhammad Konoras. (Karno/NMG)

PENAMALUT.COM, TERNATE – Kasus dugaan tindak pidana penipuan yang dilakukan oknum ASN di Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate dengan modus merubah tahun ijazah atau pembuatan ijazah baru, mendapat sorotan praktisi hukum, Muhammad Konoras.

Menurutnya, kasus penipuan dengan modus baru yaitu menjanjikan bisa menggantikan tanggal dan tahun ijazah adalah sebuah kejahatan baru yang patut menjadi perhatian bagi orang tua maupun orang yang mau dijadikan sasaran penipuan.

“Karena hal yang sangat mustahil orang bisa mengganti tahun dan tanggal ijazah. Andai kata bisa digantikan pun tetap akan bermasalah dikemudian hari. Oleh karena itu, baik orang tua maupun anak harus hati-hati dengan cara penipu yang dengan mudah mendapatkan uang,” katanya kepada wartawan Nuansa Media Grup (NMG), Senin (14/2).

Konoras menegaskan, terkait dengan oknum ASN di Pemkot Ternate yang melakukan kejahatan penipuan terahadap korban dengan bersedia dan menggantikan tanggal dan tahun ijazah dangan imbalan uang sebesar 15 juta adalah sebuah kejahatan atau tindak pidana yang harus ditindak tegas. 

“Kepada Wali Kota Ternate agar perlu memberi sanksi tegas kepada ASN yang telah mencederai institusi Pemerintah Kota Ternate, dan kepada Polisi wajib melakukan penyelidikan dan penyidikan,” pintanya.

Dosen Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Maluku Utara ini menuturkan, meski korban mencabut laporan karena telah ada pengakuan untuk menyelesaikan secara kekeluargaan, tetapi bisa saja dilanjutkan.

“Karena kasus ini bukan delik aduan, sehingga yang bersangkutan tidak mau mengembalikan uang yang sudah diterima, maka polisi bisa meneruskan penyelidikan bila pelapor mau melaporkan kembali,” tukasnya.

Sementara itu, Kuasa Hukum Korban, Fikram Ikbal saat dikonfirmasi menyampaikan, pihaknya belum mencabut laporan tersebut di Polsek Ternate Selatan, karena terduga pelaku belum mengembalikan uang korban.

“Memang ada upaya mediasi untuk pengembalian uang, tetapi sampai sekarang pelaku belum juga mengembalikan uang korban, sehingga kasus ini masih kami kawal,” ujarnya.

Ia mengaku, berdasarkan informasi yang diterimanya, bahwa oknum ASN tersebut dulu pernah bertugas di Kantor Lurah Bastiong, Kecamatan Ternate Selatan.

“Yang pasti dia itu pegawai Pemkot Ternate. Informasinya, setelah ada pemberitaan terkait dengan oknum tersebut di media bahwa dia dilaporkan, BKD Ternate memanggil dan memeriksanya,” tandasnya.

Sekadar diketahui, oknum ASN di Pemkot Ternate yang berinisial MS itu dilaporkan ke Polsek Ternate Selatan oleh korban bersama kuasa hukumnya pada Rabu (3/2) lalu atas dugaan melakukan tindak pidana penipuan dengan modus pembuatan ijazah.

MS menyuruh korban untuk memberinya uang sebesar 15 juta, dengan alasan sebagai biaya pengurusan di berbagai instansi di Provinsi untuk membuat ijazah. (tr1/ask)

Respon (9)

  1. Can I just say what a relief to uncover somebody
    who actually understands what they are talking about over the internet.
    You actually know how to bring an issue to light and make it important.
    More and more people should look at this and understand this side of
    the story. I was surprised you aren’t more popular because you certainly have the gift.

  2. I like what you guys are up too. Such intelligent work and reporting! Keep up the superb works guys I have incorporated you guys to my blogroll. I think it’ll improve the value of my website 🙂

  3. Hmm it seems like your site ate my first comment (it was extremely long) so I guess I’ll just sum it up what I wrote and say, I’m thoroughly enjoying your blog. I too am an aspiring blog writer but I’m still new to the whole thing. Do you have any helpful hints for inexperienced blog writers? I’d definitely appreciate it.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *