PENAMALUT.COM TALIABU – Komisi II DPRD Kabupaten Pulau Taliabu menilai pelaksanaan kegiatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke V tingkat Kabupaten Taliabu yang berlangsung di Desa Loseng, Kecamatan Taliabu Timur Selatan, tak bergaung.
Padahal, pelaksanaan MTQ ini menggunakan anggaran sebesar 405 juta rupiah rupiah.
“Alokasi anggaran yang begitu besar harusnya kegiatan MTQ ini memiliki gaung juga besar untuk menarik minat masyarakat berpartisipasi dalam berbagai mata lomba. Tapi ini tidak memiliki gaung,” ujar Ketua Komisi II DPRD Taliabu, M. Alnajib Sarihi, kepada wartawan, Minggu (13/3) tadi.
Ketua DPD Partai Berkarya Pulau Taliabu ini menuturkan, tujuan dari pada kegiatan MTQ di Loseng itu mampu menarik peminat untuk ramai-ramai terlibat dalam setiap mata lomba. Sehingga tidak hanya sekadar asal buat kegiatan tanpa peduli tujuannya.
Menurut dia, kegiatan MTQ yang mengusung tema “Mewujudkan Pulau Taliabu Yang Maju Melalui Implementasi Nilai-nilai Al-Quran dengan Membangun Generasi yang Bermartabat, Modern dan Religius” itu harusnya memiliki dampak yang luas terhadap tema tersebut.
Informasinya, pelaksanaan kegiatan MTQ ini tidak berjalan baik sesuai harapan. Mulai dari publikasi kegiatan yang tidak berjalan hingga penggunaan anggaran tidak sesuai peruntukannya.
Bahkan camat dan para kepala desa juga dikabarkan mengeluarkan anggaran untuk menyukseskan kegiatan tersebut, terutama pengadaan panggung kegiatan yang sebagian besarnya didanai pemerintah kecamatan selaku tuan rumah.
Begitu juga lampu penerangan di lokasi kegiatan juga kurang maksimal, sehingga Wakil Bupati Ramli membuka kegiatan dalam suasana kegelapan.
Kepala Bagian Perekonomian dan Kesejahteraan Masyarakat Sekretariat Daerah Kabupaten Pulau Taliabu, La Ode Alwian saat dikonfirmasi mengatakan bahwa pembukaan kegiatan dalam suasana kegelapan adalah sebuah kesengajaan.
“Informasi bahwa Pak Wakil sambutan pakai senter karena itu tidak benar. Kalau kelihatan panggung utama agak gelap saat Pak Wakil sambutan, memang sudah dirancang acaranya begitu. Karena setelah Pak Wakil menekan tombol sirine sebagai tanda pembukaan kegiatan secara otomatis lampu di panggung utama menyala seluruhnya,” tukasnya.
Mantan Camat Taliabu Barat Laut mengakui bahwa anggaran pelaksanaan kegiatan tersebut anggaran yang melekat pada Bagian Kesra, dan anggaran tersebut sudah dicairkan 100 persen sebesar 405 juta.
“Semua biaya kegiatan itu dari kesra. Saya juga tidak tahu kalau ada anggaran dari kecamatan atau desa untuk biaya STQ,” tuturnya.
Disentil terkait fasilitas para kafilah, La Ode berujar bahwa Panitia Kabupaten hanya memfasilitasi tempat tinggal bagi para kafilah. Sementara untuk makan minum dan transpor maupun lain-lainnya di luar dari tanggungjawab mereka.
“Panitia hanya menyiapkan rumah tempat kafilah untuk menginap, selanjutnya itu urusan kafilah masing-masing,” pungkasnya. (ysn/ask)













whoah this blog is great i really like reading your posts. Stay up the great paintings! You recognize, lots of persons are hunting around for this info, you could aid them greatly.
instrumental jazz
It’s hard to find knowledgeable people on this topic, but you sound like you know what you’re talking about! Thanks
I discovered your blog site on google and check a number of of your early posts. Continue to keep up the very good operate. I simply further up your RSS feed to my MSN Information Reader. Looking for ahead to studying extra from you afterward!…
As a Newbie, I am permanently browsing online for articles that can aid me. Thank you