MAJANG  

Pembongkaran Lapak Pedagang di Kota Baru Dilakukan Usai Lebaran Idul Fitri

Lapak pedagang pakaian di Kota Baru. (Udi/NMG)

PENAMALUT.COM, TERNATE – Permintaan DPRD Kota Ternate agar lapak pedagang pakaian di Kelurahan Kota Baru segera dibongkar, nampaknya belum bisa dipenuhi.

Ini setelah pertemuan antara Pemkot Ternate dengan 80 pedagang pakaian pada Senin (14/3) kemarin, pedagang menolak untuk dibongkar dan meminta waktu setelah lebaran Idul Fitri nanti.

“Kami sudah layangkan surat ke pedagang mau pembongkaran pada Kamis nanti, tapi hasil kesepakatan ini belum diterima oleh pedagang. Dari hasil pembicaraan dengan Pak Wali Kota bahwa permintaan para pedagang agar diperpanjangan waktu sampai setelah lebaran, karena barang-barang mereka sudah dibelanja untuk persiapan lebaran nanti,” kata Sekretaris Dinas Perindag Kota Ternate, Muhlis Djumadil kepada wartawan, Selasa (15/3) tadi.

Dikatakan Muhlis, Wali Kota M. Tauhid Soleman menyetujui permintaan para pedagang ini, namun para pedagang harus membuat surat pernyataan dan ditandatangani bahwa selesai lebaran hari kedua, tepatnya pada tanggal 5 Mei pedagang harus mengosongkan lapak tersebut dan membersihkan lapak secara mandiri untuk pindah ke Pasar Sabi-sabi.

Sementara salah satu pedagang pakaian Kota baru, Dain mengatakan hasil kesepakatan itu lebaran hari ketiga barulah dibongkar.

“Karena kita sudah beli barang-barang yang sudah datangkan dari luar, jika dibongkar hari Kamis kami rugi. Jadi permintaan pedagang disepakati, tetapi sesudah lebaran itu dikosongkan baru dipindahkan pasar sabi-sabi,” ujarnya.

Terpisah, Ketua Komisi II DPRD Kota Ternate, Mubin A Wahid mengaku pihaknya sudah menerima penyampaian dari Dinas Perindag dan pihaknya meminta agar segera dilakukan penataan

Pemerintah, kata Mubin, menganggap pentingnya pasar itu ditata. Sepanjang itu baik dipersilahkan dan kembalikan pasar sesuai fungsinya. Akan tetapi pemerintah juga mempertimbangkan faktor kemanusiaan untuk ditunda tidak apa-apa.

“Tapi ke depan mereka harus serius. Kalau tidak serius, maka berhadapan dengan DPRD nanti. Karena mereka tidak konsisten,” tegasnya.

Politisi PPP itu juga menegaskan bahwa apabila sekali berucap, maka pemerintah tidak boleh bingung dan plin-plan. Jikalau pemerintah hanya bingung, maka model pemerintah seperti apa.

“Negara ini rusak jikalau pemerintahan plin-plan. BDaerah ini rusak kalau pemerintah daerah plin-plan. DPRD pada prinsipnya tetap menghormati keputusan kebijakan yang diambil Pemerintah Kota, tapi harus konsisten. Bisa tidak ke depan jadi dibongkar? Kalau tidak, maka berhadapan dengan DPRD,” tandasnya. (udi/ask)

Respon (13)

  1. Magnificent goods from you, man. I’ve understand your stuff previous to and you are just extremely fantastic. I really like what you’ve acquired here, really like what you are stating and the way in which you say it. You make it enjoyable and you still take care of to keep it wise. I can not wait to read much more from you. This is actually a great site.

  2. Ping-balik: ufabtb
  3. Ping-balik: 늑대닷컴
  4. Thanks for any other wonderful article. The place else may just anyone get that kind of info in such an ideal manner of writing? I have a presentation next week, and I’m on the search for such info.

  5. Ping-balik: toronto weed delivery
  6. After study a few of the blog posts on your website now, and I truly like your way of blogging. I bookmarked it to my bookmark website list and will be checking back soon. Pls check out my web site as well and let me know what you think.

  7. Hey there are using WordPress for your blog platform? I’m new to the blog world but I’m trying to get started and set up my own. Do you require any html coding expertise to make your own blog? Any help would be really appreciated!

Komentar ditutup.