MAJANG  

IPAL Hotel dan RS Swasta di Kota Ternate Bakal Ditertibkan

Rapat koordimasi terkait IPAL yang dilakukan pihak DLH Kota Ternate dan para pengusaha hotel. (Gubang for NMG)

PENAMALUT.COM, TERNATE – Pemerintah Kota Ternate melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) segera menertibkan Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL) milik hotel maupun rumah sakit (RS) swasta di Kota Ternate.

Ini sesuai dengan hasil rapat koordinasi penertiban IPAL yang dilakukan DLH Kota Ternate dengan pemilik hotel maupun RS swasta, Selasa (15/3) kemarin.

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran Kerusakan Lingkungan Hidup pada DLH Kota Ternate, M. Syarif Tjan mengatakan, para pelaku usaha perhotelan yang diundang dalam rangka penertiban IPAL itu ada tiga kelompok yang dipanggil pihak hotel sebanyak 35, namun yang hadir hanya 9 hotel, dan 26 hotel lainnya tidak hadir.

Adapun 9 hotel yang hadir diantaranya, Sahid Bela Ternate, Grand Tabona Hotel, Hotel Ayu Lestari, Emerald Hotel Ternate, Hotel Nirwana Ternate, Batik Hotel Ternate, GAIA Hotel Ternate, Ternate City Hotel, D’Bos Hotel Ternate.

“9 hotel ini sudah buat kesepakatan, namun kondisi Covid-19 ini membuat pengusaha juga merasa agak berat. Oleh sebab itu, kita akan tertibkan dengan melakukan pendampingan,” katanya kepada wartawan, Rabu (16/3).

Syarif menjelaskan bahwa IPAL ini cukup mahal dengan harga kisaran satu unit 300 juta. Untuk mempermudah pihak perhotelan, maka DLH akan melakukan inovasi memilih instalasi yang murah, efektif dan bisa dioperasikan kualitas sesuai baku mutu air limbah.

“Karena rata-rata hotel di Kota Ternate tidak memiliki lahan untuk membangun IPAL. Alternatifnya kita membuat IPAL portabel dan menyesuaikan dengan kondisi lahan di hotel,” tuturnya.

Dikatakan Syarif, besok pihaknya bakal turun ke Hotel Sahid Bela Ternate untuk melihat langsung kondisi IPAL. Karena kondisi IPAL di Kota Ternate yang cukup lengkap hanya Sahid Bela, Emerald Hotel, GAIA Hotel dan Boulevard Hotel. Hanya saja, Sahid Bela IPAL-nya sudah tidak operasi, karena beberapa alatnya rusak. Sementara, Hotel yang tidak punya lahan yakni Batik Hotel, Ternate City Hotel, Hotel Ayu Lestari.

“Setelah IPAL jadi, kita akan suruh urus izin pembuangan limbah cair ke saluran drainase. Jadi tidak semena-mena mereka buang,” tukasnya.

Sementara untuk 26 hotel yang tidak hadir itu akan dipanggil kembali. Ia menegaskan jika dipanggil dua sampai empat kali tidak hadir, maka akan diturunkan Satpol-PP untuk melakukan penertiban langsung.

“Boleh berusaha, tapi tidak serta merta melupakan aspek lingkungan. Target DLH seluruh hotel di kota Ternate harus mempunyai fasilitas IPAL. Tidak saja hotel, melainkan rumah sakit swasta juga banyak tidak memiliki IPAL. Kita akan upayakan itu,” tegasnya mengakhiri. (tr3/ask)

Respon (13)

  1. Ping-balik: yehyeh
  2. I like what you guys are up too. Such smart work and reporting! Keep up the excellent works guys I¦ve incorporated you guys to my blogroll. I think it will improve the value of my web site 🙂

  3. Ping-balik: stapelstein
  4. Hey, I think your blog might be having browser compatibility issues. When I look at your blog in Ie, it looks fine but when opening in Internet Explorer, it has some overlapping. I just wanted to give you a quick heads up! Other then that, very good blog!

  5. Ping-balik: Booth builder Bangkok
  6. I?¦m now not sure the place you are getting your information, however good topic. I must spend some time finding out much more or figuring out more. Thank you for wonderful info I used to be in search of this information for my mission.

Komentar ditutup.