Dapat WTP, Pengelolaan Keuangan di Pemprov Malut Belum Bagus

Kantor Gubernur Maluku Utara. (istimewa)

PENAMALUT.COM, SOFIFI – Laporan Hasil Pemeriksaan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (LHP-BPK) terhadap laporan keuangan pemerintah daerah (LKPD) Provinsi Maluku Utara tahun 2021 telah diserahkan ke Pemprov Malut melalui sidang paripurna, Kamis (19/5) tadi.

Dalam LHP tersebut, Pemprov Malut kembali meraih opini wajar tanpa pengecualian (WTP).

Anggota I Badan Pengawas Keuangan RI (BPK RI), Nyoman Adhi Suryadnyana dalam sambutannya menyampaikan, laporan keuangan ini bertujuan untuk memberikan opini terkait pengajaran pengkajian laporan keuangan.

Dari hasil pemeriksaan, pihaknya telah melakukan selama dua bulan berjalan dan Pemprov Malut telah memenuhi unsur-unsur untuk dinyatakan bahwa pengelolaan keuangan negara itu adalah akuntabel, kredibel dan terpercaya. Oleh karena itu, Pemprov Malut tentu melaksanakan pengelolaannya itu dengan sistem kehati-hatian.

“Mendapatkan WTP setidak-tidaknya mendapatkan pengelolaan yang dilaksanakan selama pelaksanaan anggaran satu tahun anggaran ini dengan cermat dan benar” ujarnya.

Meksi demikian, pihaknya masih menemukan beberapa kesalahan dalam pengelolaan keuangan daerah, diantaranya adalah penyusunan APBD Provinsi Malut tahun anggaran 2021, kurang mengoptimalkan kemampuan dari berbagai daerah. Penganggaran belanja modal, barang dan jasa kepada SKPD belum sepenuhnya mencapai subtansi keberpihakan. Belanja modal jalan, jaringan atau irigasi belum sesuai kebutuhan sebesar Rp 1.993.624.960.

Maka dari itu, BPK memberikan rekomendasi kepada Gubernur Abdul Gani Kasuba agar anggaran pemerintah daerah untuk menyusun APBD dengan mematuhi kebutuhan yang berlaku dengan mematuhi kemampuan keuangan daerah.

Kepala SKPD untuk mengajukan usulan anggaran belanja pada rencana kerja sesuai peruntukan dan mematuhi aturan yang berlaku. Pejabat SKPD dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) masing-masing pekerjaan untuk bertanggung jawab pada biaya pembayaran dengan meningkatkan kapasitas daerah sebesar Rp 455.358.157 serta bertanggung jawab atas kelebihan potensi kelebihan pembayaran dengan memperhitungkan dari sisa pembayaran sebesar Rp 1. 538.256.957.

“Laporan tersebut telah kami muat dalam buku II (Dua),” jelasnya.

Sementara Gubernur Maluku Utara, Abdul Gani Kasuba mengaku gembira. Namu dibalik itu, ada catatan-catatan yang menjadi pelajaran untuk diperbaiki.

“Tentunya hasil yang diperoleh ini, adalah bagi saya sesuatu yang menggembirakan. Tapi dibalik itu ada catatan bagi gubernur dan jajaran untuk bisa diperbaiki,” tuturnya. (ano/ask)

Respon (14)

  1. Ping-balik: i was reading this
  2. Ping-balik: Fysio Dinxperlo
  3. Ping-balik: 영화 다시보기
  4. Have you ever thought about creating an e-book or guest authoring on other websites? I have a blog centered on the same ideas you discuss and would love to have you share some stories/information. I know my audience would enjoy your work. If you’re even remotely interested, feel free to send me an email.

  5. I together with my guys happened to be reading the good strategies found on the website and so unexpectedly developed an awful feeling I had not thanked the site owner for them. Those young men had been so excited to study them and now have in actuality been taking advantage of these things. I appreciate you for getting simply accommodating and for having this kind of incredibly good subject areas most people are really eager to understand about. Our honest regret for not expressing gratitude to you earlier.

Komentar ditutup.