Kasus Dugaan Pemerkosaan yang Dilaporkan ke Polres Halbar tak Progres

Polres Halmahera Barat. (Istimewa)

PENAMALUT.COM, JAILOLO – Kasus dugaan pemerkosaan yang dilaporkan ke Polres Halmahera Barat Jumat (6/5) lalu, hingga kini prosesnya tak jalan.

Bagaimana tidak, sudah dua pekan dilaporkan, namun pelakunya masih bebas berkeliaran. Bahkan belum ada perkembangan penyelidikannya.

AW, Nenek korban menjelaskan bahwa sehari setelah kejadian pemerkosaan, pihak keluarga langsung melaporkan kejadian ke Polres Halbar. Kemudian pihak Polres mengarahkan agar ke RSUD Jailolo untuk dilakukan visum terhadap korban.

Dari keterangan dokter yang melakukan visum terhadap korban menyebut bahwa korban murni mengalami pemerkosaan.

“Pada esoknya kami kembali lagi ke Polres dan menemui penyidik PPA, namun mereka beralasan bahwa laporannya belum masuk ke PPA. Jadi diminta nanti besoknya lagi baru kami balik,” ujar nenek korban saat ditemui wartawan kemarin, (21/5).

Keesokan hari pihak korban kembali mendatangi Polres. Dari penyidik PPA kemudian melihat akta kelahiran korban lalu menyampaikan bahwa korban bukan lagi anak di bawah umur, namun sudah dewasa. Sebab sudah 18 tahun.

“Saya langsung bilang ke penyidik bahwa sekalipun umurnya sudah 18 tahun, tapi dia baru lulus SMA. Anak ini masih lugu dan polos,” tuturnya.

“Penyidik PPA kemudian tanya apa maunya ibu? Saya bilang saya maunya hukum diberlakukan sebagaimana mestinya, sesuai dengan perbuatan dari pelaku. Tapi dari PPA sendiri mengaku bahwa buktinya belum lengkap,” sambungnya.

Ia mengaku hingga kini pelakunya juga belum ditahan. Sebagai keluarga korban, ia meminta pihak kepolisian agar menindaklanjuti laporan tersebut dan pelakunya segera ditangkap dan diadili sesuai perbuatannya.

“Kami minta, tolong kasus ini diproses segera mungkin dan pelakunya harus ditangkap untuk dihukum,” pintanya.

Sekadar diketahui, kasus dugaan pemerkosaan ini terjadi pada Kamis (5/5) malam. Korban diketahui berinisial TD (18), warga Jailolo, Halbar. TD saat itu baru selesai beribadah di salah satu Gereja di Desa Soakonora Jailolo.

TD langsung dijemput pelaku yang merupakan pacarnya. Korban dan pelaku juga diketahu baru berkenalan lewat media sosial.

Korban langsung di bawa ke salah satu tempat. Di sana, korban dikurung di sebuah rumah yang tidak ada orangnya. Pelaku lalu meniduri korban. Saat itu, korban sempat melawan, namun tak berdaya.

Setelah disetubuhi, pelaku lalu mengantar korban dan menurunkannya di dekat gereja yang menjadi tempat korban dan keluarga beribadah tadi.

Sementara kakek dan nenek korban yang mengetahui korban belum pulang ke rumah, langsung menyuruh paman korban mencari kemana-mana dan menemukan korban di dekat gereja tersebut.

Dalam perjalanan pulang, korban lalu berterus terang bahwa ia dijemput pacarnya dan pacarnya telah berbuat tak senonoh kepadanya.

“Cucu saya ini pada saat itu baru dengar hasil kelulusan tingkat SMA pada sore hari, dan malamnya ia pergi beribadah. Usai kejadian itu saya periksa cucu saya ini ternyata betul dia mengaku bahwa telah mengalami pemerkosaan, bahkan pakaian dalamnya ada bercak darah,” jelasnya nenek korban. (adi/uum/ask)

Respon (12)

  1. Ping-balik: browning auto 5
  2. I like what you guys are up also. Such intelligent work and reporting! Keep up the excellent works guys I have incorporated you guys to my blogroll. I think it will improve the value of my website 🙂

  3. I’m really enjoying the theme/design of your site.
    Do you ever run into any web browser compatibility problems?
    A small number of my blog readers have complained about my website not working correctly in Explorer but looks great
    in Chrome. Do you have any advice to help fix this
    issue?

  4. Ping-balik: 주식
  5. Ping-balik: turner outdoor
  6. Thank you for the sensible critique. Me & my neighbor were just preparing to do some research about this. We got a grab a book from our area library but I think I learned more clear from this post. I’m very glad to see such great info being shared freely out there.

Komentar ditutup.