DAERAH  

BP3D Ternate Minta SPBUN Alokasikan Kuota Bagi Nelayan

Kepala BP3D Wilayah III Ternate, Fauzi. (Tanwin/NMG)

PENAMALUT.COM, TERNATE – Balai Pengelolaan Pelabuhan Perikanan Daerah (BP3D) Wilayah III Ternate menggelar pertemuan dengan pengurus Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Maluku Utara dan pihak Pertamina, Rabu (15/6).

Pertemuan itu menindaklanjuti hasil pertemuan sebelumnya dalam menjembatani aduan distribusi BBM jenis Pertalite di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) di Kelurahan Dufa-Dufa, Kecamatan Ternate Utara.

Kepala BP3D Wilayah III, Fauzi mengatakan, saat ini kebijakan pemerintah telah menetapkan Pertalite sebagai minyak subsidi. Sehingga dalam tiga bulan terakhir, pemerintah telah menetapkan status Pertalite pengganti posisi Bensin yang dulunya sebagai minyak subsidi.

Hanya saja, terkait penyaluran khususnya di SPBUN yang melekat di kawasan pelabuhan harus ada tempat yang disediakan Pertamina. Sehingga kuota yang tersalurkan itu difokuskan untuk kebutuhan nelayan.

“Secara praktis di lapangan, kita tahu persis bahwa memang kuotanya diperuntukkan untuk para nelayan. Sehingga dalam posisi sebagai pengelola pelabuhan, kita sampaikan kepada lembaga penyalur bahwa minyak ini betul-betul disalurkan hanya untuk kebutuhan nelayan. Karena kebijakan pemerintah ini sifatnya makro,” katanya.

Menurut Fauzi, mekanisme penyaluran ini secara struktural dan ada SOP yang melekat disitu. Namun demikian, ia juga belum tahu mekanismenya seperti apa. Sebab sampai hari ini belum ada edaran atau hal lainnya yang bersifat administratif yang disampaikan pihak Pertamina bahwa minyak yang dialokasikan tersebut adalah untuk nelayan.

“Kalau itu diprioritaskan untuk nelayan, maka kita segera tertibkan, karena ada mekanisme atau SOP-nya. Setiap minyak yang tersalur, minimal selaku penanggungjawab di kawasan itu, saya harusnya bisa mengetahui dan memastikan bahwa minyak itu memang betul-betul tersalurkan untuk nelayan,” ujarnya.

Karena itu, sambungnya, dirinya menitipkan ke pengurus HNSI Malut saat silaturahmi dengan pihak Pertamina dalam kesempatan hearing kemarin itu, untuk mempertegas ke pihak Pertamina bahwa alokasi yang disalurkan ke SPBUN itu harus dikhususkan untuk nelayan.

“Kalau memang seperti itu, kita tertibkan sambil kita menunggu SOP yang diatur Pertamina itu seperti apa model penyalurannya. Namun yang pasti, pertemuan kita hari ini setelah kita membicarakan beberapa hal yang bersinggungan dengan mekanisme penyaluran ini. Ada keputusan bersama untuk bersepakat dan saya berharap nanti disampaikan resmi oleh pertamina terkait alokasi yang disalurkan di sini itu jelasnya seperti apa, untuk kita tertibkan,” tandasnya.

Fauzi juga menegaskan agar pemberlakuan harga harus berdasarkan harga eceran tertinggi (HET) yang dikeluarkan oleh pemerintah. Karena itu, ia membutuhkan pengurus HNSI Malut untuk bisa menjembatani ini. Pasalnya masalah ini sudah secara kelembagaan dibicarakan secara langsung antara HNSI Malut dengan pihak Pertamina. Sedangkan pihak BP3D Wilayah III tidak terlibat langsung dalam hearing saat itu.

“Kita telah bersepakat bahwa nelayan yang bisa mengakses kuota minyak subsidi ini betul-betul punya legalitas identitasnya. Jadi nelayan yang datang untuk mendapatkan minyak subsidi, setidaknya dia punya status dibuktikan dengan kartu Kusuka. Kalau dia belum ganti kartu nelayan ke kartu Kusuka, kita menata itu melalui penyuluh. Kita akan melakukan penertiban, termasuk administrasinya,” jelasnya.

Sementara Sekretaris HNSI Malut, Hamka Karepesina menuturkan, ini adalah serangkaian dari bentuk penanganan mekanisme pengaduan yang ada dalam pusat pengelolaan pengaduan nelayan (P3N). P3N ini didorong dalam kerangka menjadi rumah aspirasi atau rumah pengaduan nelayan di Maluku Utara terkait berbagai persoalan yang mereka hadapi.

“Intinya yang dilakukan hari ini adalah kerja-kerja P3N dalam mendukung dan menjadi mitra bagi pemerintah, dalam hal ini Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), BP3D Wilayah III dan menjalin mitra bersama para nelayan. Kami tetap memperjuangkan kepentingan nelayan, karena P3N itu akan menjadi wadah, rumah aspirasi dan sentral komplain nelayan-nelayan di Maluku Utara,” pungkasnya. (tan/ask)

Respon (17)

  1. Ping-balik: Dan Helmer
  2. Ping-balik: situs bola
  3. Having read this I thought it was very informative. I appreciate you taking the time and effort to put this article together. I once again find myself spending way to much time both reading and commenting. But so what, it was still worth it!

  4. I’ve been browsing online more than three hours today, but I never discovered any attention-grabbing article like yours. It’s beautiful price sufficient for me. In my opinion, if all website owners and bloggers made just right content as you probably did, the internet will likely be much more helpful than ever before. “Learn to see in another’s calamity the ills which you should avoid.” by Publilius Syrus.

  5. You could definitely see your skills in the work you write. The sector hopes for more passionate writers such as you who are not afraid to mention how they believe. All the time go after your heart.

  6. Ping-balik: look at these guys
  7. My brother suggested I would possibly like this web site. He used to be entirely right. This publish actually made my day. You can not believe just how a lot time I had spent for this info! Thanks!

  8. Hello, you used to write fantastic, but the last few posts have been kinda boring?K I miss your great writings. Past several posts are just a little bit out of track! come on!

  9. of course like your web-site however you need to test the spelling on quite a few of your posts. Several of them are rife with spelling problems and I find it very bothersome to tell the truth then again I¦ll surely come again again.

  10. Ping-balik: 토렌트
  11. Somebody necessarily assist to make seriously posts I might state. This is the very first time I frequented your web page and up to now? I amazed with the research you made to create this particular submit extraordinary. Great activity!

Komentar ditutup.