Masih Dalam Masa Kontrak, Kejati Hentikan Sementara Pengusutan Proyek Jembatan Ake Tiabo

Proyek pembangunan jembatan Ake Tiabo, Halmahera Utara. (Istimewa)

PENAMALUT.COM, TERNATE – Tim penyelidik bidang Intelijen Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara menghentikan sementara pengusutan dugaan korupsi proyek Jembatan Ake Tiabo yang berlokasi di Kabupaten Halmahera Utara.

Proyek ini melekat di Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Malut yang dianggarakan melalui APBN tahun 2022 dengan nilai HPS Rp 20.435.960.000 dan harga penawaran Rp 16.954.469. 800.

Kasi Penkum Kejati Malut, Richard Sinaga menuturkan, pekerjaan Jembatan Ake Tiabo untuk sementara waktu dilakukan pengehentian, karena masih dalam masa kontrak. Hal ini dimaksudkan agar Kejati tidak dianggap menghambat proses pembangunan.

”Fungsinya kita kemarin itu mencegah. Proses klarifikasi yang kita lakukan ternyata kita baru ketahui bahwa kegiatan pekerjaan tersebut masih dalam masa kontrak. Sehingga kita ambil sikap untuk sementara waktu kita hentikan dulu, sampai kontrak ini berkahir,” ujar Richard kepada wartawan Nuansa Media Grup (NMG), Senin (3/10).

Menurutnya, setelah selesai masa kontrak prkrtjaan tersebut, tim penyelidik akan melihat kembali apakah ada indikasi terkait dengan kerugian keungan negara dalam pekerjaan itu. Jika ada kerugian Negara, maka Kejati akan melakukan upaya-upaya selanjutnya.

Richard juga menegaskan pihaknya tidak mengabaikan laporan yang masuk terkait masalah ini.

“Bukan berarti kita abaikan laporan yang masuk, tapi kita hargai laporan maupun proses pembangunan yang sedang dilakukan,” pungkasnya.

Sebelumnya, dalam kasus ini Kejati telah melakukan klarifikasi terhadap mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada BPJN MAlut, Ferry. Bahkan Kejati juga berencana mengundang semua pihak terkait dalam proyek ini, termasuk Kepala Satuan Kerja (Kasatker) wilayah I yang menangani pekerjaan ini.

Proyek ini ditangani PT. Victory Sinergi Perkasa. Kontrak pekerjaan tersebut dimulai sejak 21 Februari 2022 lalu. Hingga September 2022 ini, proyek tersebut baru berdiri beberapa tiang pancangnya. Bahkan informasinya, pihak BPJN akan memutus kontrak pekerjaan tersebut. (gon/ask)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *