PAUD IT Albina Ternate Gelar Maulid Nabi, Asmiati: Rasulullah Teladan Umat

Suasana peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar PAUD IT Albina Kota Ternate.

PENAMALUT.COM, TERNATE – Yayasan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Islam Terpadu (IT) Albina Kota Ternate memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1444 Hijriah. Kegiatan bertajuk “Rasulullah Is My Hero” ini berlangsung di sekolah setempat.

Amatan Nuansa Media Grup (NMG) di lapangan, acara tersebut di mulai dengan melaksanakan salat duha berjemaah dan tilawah. Kemudian, dilanjutkan dengan cerita Sirah Nabi Muhammad SAW, yang disampaikan Ustazah Djena Hi. Husen.

Siswa-siswi tersebut tampak antusias menyimak cerita kelahiran Nabi Muhammad SAW. Setelah itu, dilanjutkan dengan selawat dan diakhiri dengan acara makan bersama.

Kepala PAUD IT Albina, Asmiati Y. Rabul, mengatakan bahwa kegiatan Maulid Nabi merupakan program tahunan. Dengan harapan, dapat menumbuhkan rasa cinta terhadap Rasulullah SAW sebagai teladan umat.

“Program ini juga masuk dalam pembelajaran kurikulum yang sudah dijadwalkan, yakni tentang pengenalan sirah,” tutur Asmiati saat diwawancarai, Jumat (14/10).

Asmiati berharap, melalui kegiatan ini dapat diambil hikmahnya, terutama menjadikan Rasulullah sebagai panutan umat dan meneladani sifat-sifat mulianya.

“Karena anak-anak adalah pembiasaan dan pengenalan terhadap sirah. Sehingga itu, harapannya mereka selalu belajar dengan kepribadian yang ada pada diri Rasulullah SAW,” harapnya.

“Memang pembelajaran di PAUD IT Albina ini menggunakan pendekatan kebiasaan atau sunah-sunah yang dilakukan oleh Rasulullah SAW,” sambungnya.

Manasik Haji Cilik.

Di sisi lain, Asmiati juga menambahkan bahwa pihaknya telah menggelar beberapa kegiatan di bulan ini, yakni outing class. Kemudian, manasik haji cilik yang diinisiasi oleh Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) Kota Ternate.

“Di bulan ini juga telah dilaksanakan outing class atau kunjungan pembelajaran di luar sekolah. Tujuannya untuk mendekatkan anak-anak terhadap lingkungan, sehingga tidak monoton karena pembelajarannya bersifat konkret,” tandasnya. (tan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *