Emak-emak Rukun Minahasa Laporkan Wakapolres Halut Atas Dugaan Penganiayaan

PENAMALUT.COM, TOBELO – Puluhan emak-emak di Kabupaten Halmahera Utara menyambangi Mapolres Halut, Senin (17/10) tadi.

Kedatangan emak-emak yang tergabung dalam Rukun Kawanua ini hendak melaporkan tindakan dugaan penganiayaan yang dilakukan Wakapolres Halmahera Utara, Kompol Alwan Aufat, terhadap Yani Tiwo, yang merupakan anggota rukun Kawanua.

Salah satu pelapor, Jein Sumual, menceritakan kronologi kejadian yang terjadi pada Minggu (16/10) sekira pukul 23. 45 WIT.

Saat itu, Rukun Minahasa menggelar Ibadah Ulang Tahun salah satu anggotanya sekaligus dirangkaikan dengan arisan rukun di Desa Wosia, Kecamatan Tobelo Tengah, tepatnya di rumah kontrakan milik Frangki.

Sejak itu pula, Wakapolres bersama personelnya menghampiri untuk menghentikan acara tersebut, namun tindakan tersebut dinilai tidak profesional.

Pasalnya tanpa ada penyampaian langsung mengambil tindakan dengan melakukan pemukulan terhadap Yani Tiwo. Bukan hanya itu, orang nomor dua di Polres Halut itu juga membanting kursi di tengah-tengah acara tersebut.

“Seharusnya sebagai pengayom masyarakat, Pak Wakapolres harus lebih profesional bukan langsung mangambil tindakan yang merugikan masyarakat. Saya kira sekelas Pak Wakapolres sudah tahu etika, setidaknya memberitahukan secara baik-baik. Kami juga tau bukan begini caranya,” kesal Jein, Senin (17/10).

Sementara palapor lainnya, Lian, sangat menyesalkan tindakan Wakapolres. Sebab, kata Lian, insiden tersebut membuat anaknya trauma dan tampak ketakutan karena saat kejadian itu, anaknya juga berada di lokasi tersebut.

“Anak saya sampai gemetar karena ketakutan. Begitu pun dengan anak-anak lain yang hadir bersama orang tuanya,” tutur Lian.

Terpisah, Wakapolres Halut, Kompol Alwan Aufan saat dikonfirmasi menjelaskan ia bertindak berdasarkan laporan warga, karena tidak mau terjadi sesuatu yang tak diinginkan.

Pihaknya, kata dia, langsung ke acara tersebut. Setibanya di sana, Alwan bermaksud menghampiri operator musik untuk menegur tak lagi memutar musik.

“Saya dihalangi oleh mereka dengan menggunakan kursi,” jelas Alwan.

Meski begitu, Alwan telah dilaporkan ke pihak Kepolisian setempat melalui surat tanda penerimaan laporan pengaduan dengan nomor Polisi: STPLP/214/X/SPKT/2022. (fnc/tan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *