Unik, Pria Ini Gratiskan Jualannya untuk Anak Yatim dan Fakir Miskin

Tempat Jasuke (jagung, susu, keju) milik Yudi yang dijajakan di samping Masjid Raya Al-Munawwar Kota Ternate. (Tanwin/NMG)

PENAMALUT.COM, TERNATE – Sore itu, ketika matahari mulai tenggelam di ufuk barat, tampak seorang pria muda mulai menjajakan dagangannya, tepatnya di samping Masjid Raya Al-Munawwar Kota Ternate.

Konsep bisnisnya terbilang unik. Sebab sebagian keuntungan dan hasil jualannya disisihkan kepada orang lain, terutama anak yatim dan fakir miskin. Hasilnya, pria itu tidak hanya kedatangan pembeli, tetapi juga donatur yang hendak berbagi rezeki.

Pria yang dimaksud adalah Yudi (28). Ia mulai menekuni usaha sejak 2018 silam. Lika-liku perjuangan untuk memulai usaha telah ia lakoni. Sejak pukul 17.00 WIT, ia sudah menjajakan cemilan hasil racikannya yang bernama Jasuke (jagung, susu, keju).

“Awalnya Jasuke ini dijual dengan harga Rp 10 ribu, tetapi karena harga BBM naik, maka saya juga menaikan harga mulai Rp 11 ribu sampai Rp 12 ribu sesuai varian rasa. Meskipun hanya dinaikan sedikit, tapi Alhamdulillah tetap saja laris manis,” tutur Yudi kepada kru Nuansa Media Grup (NMG), Jumat (21/10).

Pernyataan itu bukan isapan jempol. Buktinya, sejak pukul 17.00 hingga 00.00 WIT atau kurang lebih 7 jam, Yudi mampu meraup keuntungan Rp 1 juta hingga Rp 3 jutaan.

Cita rasa Jasuke yang diracik Yudi terbilang cukup istimewa. Kelezatannya kerap memanjakan lidah. Ia mengaku punya resep khusus yang membuat dagangannya kerap laris manis.

“Saya gratiskan kepada anak yatim dan fakir miskin. Karena saya berpikir begini, anak yatim dan piatu itu tidak seberuntung anak-anak lain. Mereka cukup sulit memenuhi kebutuhan makan, sehingga saya persilakan kepada anak yatim untuk mencicipi Jasuke ini,” ujarnya.

“Kadang kalau pembeli terlalu banyak, ada juga yang tidak bayar. Meskipun saya tahu, tapi saya tidak akan panggil, karena saya yakin jika memang rezeki itu pasti akan kembali ke diri kita,” sambungnya.

Ia memberikan sebuah analogi, jika seseorang memberikan makanan kepada hewan atau binatang mendapat pahala, maka begitu pula dengan manusia.

Selain itu, Yudi juga menambahkan jika jualannya tidak habis terjual, maka ia harus memberikan kepada orang-orang di sekitarnya. Dengan begitu, keesokan harinya, ia menjual lagi jagung baru yang dipasok dari Jailolo, Halmahera Barat.

“Ini dilakukan supaya jagung tidak mubazir terbuang begitu saja. Meskipun saya harus rugi tiga sampai empat kaleng susu,” katanya.

“Tapi Alhamdulillah hari demi hari usaha ini meningkat. Kalau memang itu rezekinya kita, Allah sudah atur semuanya. Yang penting kita berusaha dan tidak merugikan orang lain,” tambah Yudi.

Tak hanya itu, Yudi juga mengaku jika setiap bulan, ia sedekahkan di Masjid Raya Al-Munawwar Kota Ternate. Dengan begitu, ia berharap dagangannya berkah dan dimudahkan rezeki.

“Saya imbau kepada anak muda yang membuka usaha atau bisnis, sedekahkanlah sebagian rezeki kepada orang lain. Karena dengan sedekah tidak akan membuat kita rugi,” imbau Yudi.

Sembari menambahkan, jika berdagang, harus selalu berbagi kepada orang yang membutuhkan. Sebab sebagian rezeki itu ada hak orang lain. (tan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *