Dak Fisik Dikbud Malut untuk SMK Belum Capai Target

Sekretaris Dikbud Malut, Amiruddin, saat diwawancarai. (Karno/NMG)

PENAMALUT.COM, TERNATE – Penyerapan Dana Alokasi Khusus (DAK) Dinas Pendidikan dan kebudayaan (Dikbud) Maluku Utara untuk SMK belum mencapai 100 persen.

Sedangkan progres serapan DAK Fisik untuk SMA dan SLB sudah mencapai 100 persen.

Ini disampaikan Sekretaris Dikbud Malut, Amiruddin, saat diwawancarai Nuansa Media Grup (NMG) usai Rapat Koordinasi dan Evaluasi DAK Fisik Reguler Tahun Anggaran 2022, di Aula Muara Hotel, Sabtu (22/10) malam.

“Serapan DAK untuk SMK masih sekitar 75 persen. Begitu juga dengan rata-rata capaian progres keuangannya baru di atas 60 persen,” tutur Amiruddin.

Menurutnya, salah satu problem lambatnya capaian DAK tersebut lantaran dipicu cuaca ekstrem. Selain itu, kondisi medan juga kelihatannya kurang baik.

“Kalau capaian DAK di tahap II itu sudah 70 persen. Untuk kendalanya kondisi wilayah dan keadaan cuaca. Misalnya, yang terjadi di Taliabu, ada truk yang saat suplai material terbalik (kecelakaan), begitu juga di Halteng,” katanya.

Amiruddin menegaskan, capaian progres fisiknya harus di atas 25 persen. Setelah itu baru dilakukan proses pencairan tahap II. Sementara non fisik rata-rata ada yang masih 30 persen dan bahkan sebagian sudah mencapai 100 persen.

“Di harapkan pada akhir November ini pekerjaan fisik sudah tuntas 100 persen. Artinya, pemanfaatan ruang belajar sekolah itu sudah bisa dipergunakan proses belajar mengajar dan memanfaatkan fasilitas yang sudah dibangun. Intinya bulan September sudah bisa dimanfaatkan,” tegasnya.

Sementara, Kepala Dikbud Malut, Imam Makhdy, menerangkan bahwa pengelolaan DAK Fisik bidang pendidikan tahun 2022 di Provinsi Malut dilaksanakan menggunakan sistem swakelola dengan tipe satu. Di mana, pelaksanaan pekerjaan pembangunan DAK fisik dilaksanakan oleh tim pelaksana yang diangkat oleh Kepala Dinas Pendidikan sebagai penanggungjawab kegiatan.

“Oleh karenanya, diharapkan peran semua pihak termasuk kepala sekolah untuk dapat mengawasi pelaksanaan pekerjaan pembangunan dan memberikan Informasi kepada kami terkait dengan perkembangan pekerjaan di satuan pendidikan masing-masing, sehingga dapat memastikan bahwa kualitas pekerjaan sesuai dengan apa yang telah direncanakan,” harapnya mengakhiri. (ano/tan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *