PENAMALUT.COM, TEENATE – Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Maluku Utara, Abdullah Assagaf, menyesalkan sikap pihak DKP Kabupaten/Kota yang tidak mau menerima keluhan para nelayan dan menyerahkannya ke provinsi.
Padahal, nelayan di kabupaten/kota merupakan tanggungjawab juga pemerintah daerah masing-masing. Meski dalam Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 telah mengatur kewenangan berada di Pemerintah Provinsi.
“Nelayan di daerah itu adalah nelayannya Pemda. Kita di provinsi tidak punya nelayan. Harusnya setiap persoalan nelayan yang dikeluhkan ke dinas perikanan kabupaten/kota direspons, selanjutnya dikoordinasikan ke kita di provinsi. Jangan biarkan nelayan cari jalan sendiri ke provinsi. Ini tidak boleh,” sesal Abdullah saat menemui perwakilan nelayan Desa Soligi, Kecamatan Obi Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, di kediamannya di Kota Ternate, Senin (6/2) malam tadi.
Menurut dia, pengawasan perikanan tidak selalu melekat di dinas kelautan dan perikanan provinsi. DKP bisa mengeluarkan pelimpahan kewenangan pengawasan ke daerah melalui surat tugas. Sehingga itu, Pemda tidak boleh beralasan tidak punya kewenangan pengawasan.
“Kita di provinsi dapat mengeluarkan surat tugas pengawasan kalau ada permohonan dari kabupaten/kota. Selama ini tidak dilakukan. Dinas yang membidangi perikanan itu wajib hukum mengawasi, bukan saling lempar tanggung jawab. Tak hanya itu, saya meminta kepada dinas kelautan dan perikanan kabupaten/kota agar tidak lagi menjadikan Undang-Indang Nomor 23 Tahun 2014 sebagai kendala pengawasan,” tandasnya.
Sementara keluhan nelayan soal adanya rumpon ilegal milik orang di luar dari Obi dan juga beroperasinya kapal jaring asal Bitung, Abdullah berjanji akan mengambil langkah tegas dengan melakukan penertiban di lapangan. Namun yang menjadi persoalan selama ini karena adanya pro kontra masyarakat di desa.
“Itu akar masalahnya. Sehingga ketika dilakukan penertiban, terjadilah ketegangan antara masyarakat yang pro nelayan dari luar dan yang kontra. Tapi Insa Allah pertengahan Februari kami turun tindak. Sekarang kami masih fokus di Sula,” pungkasnya. (ano/ask)













A round of applause for your article. Much thanks again.
My website: порно с профессором
My website: русское порно изнасилование
Thanks-a-mundo for the post.Really thank you! Awesome.
My website: порно русское категории
My website: порно по принуждение
This website can be a stroll-via for all the data you wished about this and didn’t know who to ask. Glimpse here, and you’ll positively uncover it.
Wonderful paintings! That is the type of info that are supposed to be shared around the web. Disgrace on Google for now not positioning this put up upper! Come on over and visit my website . Thanks =)
I blog frequently and I genuinely appreciate your content.
This article has really peaked my interest. I’m going to
bookmark your website and keep checking for new information about once a week.
I opted in for your Feed too.
I am glad to be one of several visitors on this outstanding web site (:, regards for putting up.
Have you ever thought about writing an ebook or guest authoring on other blogs? I have a blog based upon on the same information you discuss and would really like to have you share some stories/information. I know my readers would value your work. If you’re even remotely interested, feel free to send me an e mail.
commander du finax 5 mg en Belgique en ligne prix du finacapil au Maroc
This is really interesting, You are a very skilled blogger. I’ve joined your feed and look forward to seeking more of your fantastic post. Also, I’ve shared your site in my social networks!
I’ve been exploring for a little bit for any high-quality articles or blog posts in this sort of house . Exploring in Yahoo I eventually stumbled upon this website. Reading this info So i am glad to exhibit that I’ve an incredibly good uncanny feeling I came upon exactly what I needed. I such a lot no doubt will make sure to do not fail to remember this site and provides it a look on a constant basis.
Woh I like your content, saved to my bookmarks! .