DAERAH  

NHM Gelar Kegiatan Sekolah Tangguh Bencana di SD Inpres Tagono Malifut

PENAMALUT.COM, TOBELO – Kegiatan edukasi kebencanaan yang dilaksanakan oleh Departemen Kinerja Sosial & Urusan Regional (KS-UR) NHM,, bertempat di SD Inpres Tagono, Kecamatan Malifut, Kabupaten Halmahera Utara (8/3).

Kegiatan ini dihadiri oleh kepala sekolah beserta seluruh guru dan puluhan murid SD Inpres Tagono. Sementara pihak NHM dihadiri tenaga fasilitator tim KS-UR dari Divisi Pemberdayaan Keberlanjutan yakni Salim Ahmad, Supervisor Susdev, Edward Namotemo, Sr. Officer Susdev dan didampingi Koordinator Kecamatan serta Field Asisten

Salim Ahmad selaku Supervisor-Susdev KS-UR mengatakan, sasaran kegiatan ini memang difokuskan pada komunitas SD dan TK/PAUD terlebih dahulu yang ada di lingkar tambang. Karena kelompok usia 6 sampai dengan 12 tahun adalah salah satu kelompok yang paling rentan terhadap dampak bencana yang ditimbulkan.

Kegiatan yang bertemakan “Sekolah Tangguh Bencana” ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan & keterampilan terhadap komunitas sekolah dalam menghadapi bencana dan menumbuh-kembangkan sikap kepedulian serta respons terhadap risiko bencana yang ditimbulkan agar dapat menciptakan rasa aman bagi komunitas sekolah. 

Edukasi kebencanaan yang berjalan kurang lebih 120 menit ini diisi dengan materi seperti, pengenalan bencana, penilaian atau analisis risiko, penyusunan prosedur pra saat dan pascabencana, simulasi evakuasi dan rencana aksi. Ditemani para guru, puluhan pelajar SD tersebut sangat antusias menerima berbagai edukasi dan simulasi evakuasi yang diberikan oleh tim NHM.

Selain itu, pada kegiatan ini juga terdapat edukasi tentang bagaimana melaksananakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) terhadap siswa baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.

Udin Djabid S.Pd selaku Kepala SD Inpres Tagono saat mengakhiri kegiatan tersebut menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada tim NHM yang sudah melaksanakan kegiatan edukasi kebencanaan ini.

“Terima kasih buat tim NHM yang telah melaksanakan kegiatan ini. Kami sudah lama tidak mengikuti kegiatan seperti ini, pernah ada namun tidak efektif. Sehingga dengan adanya kegiatan ini anak-anak didik bisa mempersiapkan diri untuk menghadapi bencana jika terjadi,” ucapnya. (fnc)