KPK Masih Kembangkan Kasus Jual Beli Jabatan di Pemprov Maluku Utara

Gedung Merah Putih KPK. (Istimewa)

PENAMALUT.COM, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih mengembangkan dugaan jual beli jabatan dan suap proyek perizinan di lingkungan Pemerintah Provinsi Maluku Utara.

Lembaga antirasuah itu pun masih menargetkan tersangka lain dalam kasus yang menyeret terdakwa Abdul Gani Kasuba (AGK) selaku mantan Gubernur Malut.

Direktur Penyidikan KPK, Brigjen Pol Asep Guntur Rahayu, menegaskan pihaknya tidak akan berhenti pada pihak-pihak yang kini telah ditetapkan tersangka.

“Jual beli jabatan kepala dinas ini banyak. Ke depan dalam penanganan perkara ini dan yang lain yang terkait dengan AGK apabila ditemukan kembali bukti-bukti tindak pidana baru yang dilakukan kepala dinas, tentu juga kami akan menindaklanjutinya,” ujarnya kepada wartawan di gedung merah putih KPK, Kamis (4/7).

Menurut Asep, KPK terus melakukan penyidikan terhadap perkara ini.

“Ada yang dinamakan perkembangan penyidikan tunggu saja. Akan ada pengembangan ke arah kadis yang lain,” tandasnya.

Ia mengaku, selain penyidikan jual beli jabatan, pihaknya juga melakukan penyelidikan dan penyidikan proyek di setiap organisasi perangkat daerah (OPD) di Pemprov Malut yang berkaitan dengan dugaan suap dan gratifikasi kepada mantan Gubernur Malut, AGK.

“Proyek ini merupakan salah satu materi yang sedang kita dalami. Karena memberikan uang pasti bagaimana untuk mengembalikan uang tersebut. Belum lagi mencari lebih dari situ tentu melalui proyek-proyek di sinas,” terangnya.

“Dugaan suap seperti ini bukan baru pertama kali terjadi, karena sudah terjadi di beberapa daerah dan pernah kita tangani. Model-modelnya hampir sama,” pungkasnya. (gon/ask)