DAERAH  

Rapat Perdana dengan OPD, Ini yang Ditekankan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan

Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan memimpin rapat perdana dengan pimpinan OPD

PENAMALUT.COM, TIDORE – Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan menggelar rapat perdana dengan pimpinan OPD, Rabu (5/3) bertempat di ruang rapat Walikota. Rapat ini membahas sejumlah agenda berkaitan dengan  seratus hari kerja.

Wali Kota Muhammad Sinen dalam arahannya menyampaikan, rapat ini untuk membahas hal-hal yang meliputi pemberlakuan lima hari kerja menjadi empat hari kerja, program Tidore satu data, pelaksanaan pasar murah menjadi pasar gratis dan restrukturisasi organisasi.

Saat ini, kata dia, BKPSDM dan Bagian Organisasi telah menyiapkan kajian pemberlakuan empat hari kerja. Ini juga diupayakan untuk mendukung Tidore Kota santri.

Untuk itu, Muhammad Sinen memerintahkan kepada dinas terkait seperti Dishub, Perindagkop, Satpol-PP, BKPSDM, Dinas Pendidikan dan Kesra agar berkoordinasi dengan Kementerian Agama serta Organisasi keagamaan, organda, pengelola speedboat, hingga kapal kayu untuk siapkan skenario pembatasan aktivitas, paling lambat senin pekan depan sudah dilaporkan.

“Jadi Presiden Prabowo melatih kita semua untuk bisa bekerja cepat, tepat dan terukur. Makanya segera koordinasikan dan laporkan hasilnya di senin pekan depan, gambaran pembatasan aktivitas di hari Jumat itu, aktivitas berlangsung mulai pukul 6 pagi dan berhenti sementara di pukul 10 pagi, nanti dilanjutkan lagi setelah selesai Sholat Jumat yaitu pukul 2 siang,” tuturnya.

Muhammad Sinen juga memerintahkan kepada OPD terkait untuk menyiapkan skema program Tidore satu data, kemudian berkoordinasi terkait pelaksanaan pasar murah menjadi pasar gratis, dan restrukturisasi organisasi. masing-masing Staf Ahli dan Asisten Sekda diberikan tanggungjawab untuk mengawal OPD dalam koordinasi program tersebut.

Hal senada juga disampaikan Wakil Wali Kota Ahmad Laiman. Menurutnya, terkait dengan program seratus hari kerja bukan saja sekadar formalitas, tetapi juga harus bisa ditunjukkan bahwa itu menjadi sebuah miniatur program terhadap lima tahun kepemimpinan atau paling tidak ada hal-hal tertentu yang bisa dilihat oleh publik bagaimana arah perjalanan lima tahun ke depan.

Sebab di era sekarang dengan pertumbuhan informasi yang begitu cepat, bahkan suasana kehidupan sosial masyarakat yang juga mengalami lompatan begitu signifikan, maka penting sekali setiap pemimpin atau kepala daerah untuk memberikan sebuah arah yang ada kepastian kepada masyarakat dan daerahnya.

Pada retret kemarin, beberapa pemikiran atau program yang direncanakan oleh Wali Kota Tidore tak disangka-sangka ternyata sama persis dengan yang diarahkan oleh Presiden Prabowo Subianto saat memberikan materi kepada para kepala daerah. Arah pemikirannya secara nasional sama, seperti salah satunya membangun gudang untuk menyiapkan sumber daya dari hasil pertanian dan perkebunan.

“Hal ini sudah dipikirkan oleh Wali Kota Tidore dalam kampanyenya kemarin. Membangun gudang merupakan hal yang sangat praktis dengan tujuan selain untuk menyiapkan sumber daya dari hasil pertanian, juga untuk memudahkan masyarakat dalam rantai pasar, dan ini jauh sebelumnya sudah terpikirkan oleh Wali Kota kita,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, Ahmad Laiman merasa bangga atas pemikiran dari Wali Kota Tidore Muhammad Sinen yang berkembang secara nasional dan wujud kebanggaannya yaitu menjadikan motivasi untuk dapat bekerja dan mengimplementasikannya secara praktis di Kota Tidore Kepulauan, karena program tersebut terkoneksi dengan program pemerintah pusat. (ask)