Minta Mabes Polri Bersikap Tegas Terhadap Perusahaan Tambang yang Diduga Menjual Ore Nikel 

Mabes Polri

PENAMALUT.COM, JAKARTA – Aliansi Perlawanan Mahasiswa Maluku Utara (PERAMU) meminta Mabes Polri untuk bersikap atas dugaan penjualan 90 ribu metric ton Ore Nikel (Bijih Nikel) oleh PT. Wana Kencana Mineral (WKM) yang beroperasi di Kabupaten Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara.

Mereka juga berencana menggelar aksi demonstrasi di Mabes Polri dan Kementerian ESDM untuk meminta kedua lembaga ini segera mengambil langkah tegas.

Koordinator PERAMU, Alfian Sangaji, menuturkan bahwa saat ini dugaan kasus penjualan ore nikel illegal tersebut telah ditangani Polda Maluku Utara, namun terkesan lambat dan tidak ada progres hukumnya saat penyelidikan.

Diketahui Polda Maluku Utara melalui Ditreskrimum sudah memeriksa sejumlah saksi, termasuk Dinas ESDM dan Dinas Kehutanan Maluku Utara. Meski demikian, progres lanjutannya seperti apa belum diketahui. Selanjutnya Polda Malut juga harus memeriksa pimpinan tertinggi PT. WKM dan seluruh jajaran direksinya, yang sudah pasti mereka yang lebih tahu atas terjadinya kasus tersebut.

Tindakan yang diduga dilakukan PT. WKM ini merupakan kejahatan yang luar biasa (extraordinary crime), karena merugikan Negara sebagaimana berdasarkan Laporan Hasil Verifikasi (LHV) yang menunjukkan bahwa negara mengalami kerugian hingga mencapi Rp 30 miliar akibat dari penjualan nikel illegal ini.

“Kami meminta bila perlu Mabes Polri segera ambil alih kasus penjualan ore nikel yang saat ini di tangani oleh polda Maluku Utara,” pintanya, Jumat (14/3).

Alfian menyebut sebagai generasi muda Maluku Utara, pihaknya menyatakan mosi tidak percaya terhadap Polda Maluku Utara yang menangani masalah tersebut. (ask)