PENAMALUT.COM, LABUHA – Jumlah jamaah calon haji (JCH) Kabupaten Halmahera Selatan yang berangkat ke tanah suci pada tahun sebanyak 189. Namun dari total jumlah tersebut, 1 orang diantaranya ditunda keberangkatannya dengan alasan kondisi kesehatan. Sehingga yang siap diberangkatkan hanya 188 orang.
Kepala Seksi Haji dan Umroh pada Kantor Kementerian Agama Halmahera Selatan, Jauhri Tawari, mengatakan berdasarkan SK Gubernur Maluku Utara tentang penetapan kuota haji, untuk Halmahera Selatan ditetapkan sebanyak 180 ditambah dengan lansia 9 orang. Sehingga totalnya 189 orang.
“Dari total 189 orang itu, saat ini yang final nanti diberangkatkan sebanyak 188 orang. Sedangkan 1 orang lainnya tidak bisa diberangkatkan karena kondisi kesehatan atau amnesia. Ini sesuai dengan hasil pemeriksaan dokter,” ungkap Juhari.
Ia menjelaskan, sebelum keberangkatan JCH, akan dilakukan manasik haji tingkat provinsi yang dijadwal pada 19 April 2025. Manasik dilakukan di aula kantor Bupati Halsel selama 4 hari dengan berbagai pemateri dari nasional, salah satunya Menag RI Nasaruddin Umar.

“Untuk manasik haji kabupaten itu tanggal 4 Mei. Tanggal 6 napak tilas, tanggal 7 istirahat, tanggal 8 pelepasan ke Ternate dan bermalam satu malam. Tanggal 9 pagi keberangkatan dari Ternate ke Makassar, dan tanggal 10 langsung berangkat ke Jeddah,” jelasnya.
Berdasarkan hasil rapat yang melibatkan Kakankemenag se-Malut, Kabag Kesra se-Malut, Kepala Seksi Haji dan Umroh bersama Wakil Gubernur Maluku Utara dan dihadiri oleh Karo Kesra Provinsi, Kakawanwil Malut dan Ketua Panitia TPID, telah diputuskan bahwa untuk keberangkatan menggunakan pesawat yang dicarter pemerintah provinsi.
Sementara terkait uang saku calon jamaah yang jadi perbincangan, oleh pemerintah provinsi telah memutuskan untuk memberikan masing-masing jamaah Rp 1 juta.
“Sedangkan Halmahera Selatan sendiri dari tahun ke tahun masih tetap sama, uang saku jamaah yakni Rp 2 juta per orang,” terangnya.
Sebagai informasi, JCH Halmahera Selatan terdiri dari laki-laki 83 orang dan perempuan 106. Sedangkan yang termuda usianya 21 tahun atas nama Arsila Khaiunnisa Irfan, alamat kampung Makian. Dan paling tertua umur 93 tahun, atas nama Yahya Mustafa Samma, alamat Desa Labuha. (rul/ask)












