PENAMALUT.COM, TIDORE – Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen, memimpin apel gabungan yang berlangsung di halaman Kantor Wali Kota, Rabu (14/5). Apel ini sekaligus penyerahan kembali piala dan piagam penghargaan juara II penampilan terbaik Indonesian International Arts Festival dari anak muda kreatif Komunitas Ruang Tengah kepada Wali Kota Tidore.
Muhammad Sinen dalam sambutannya mengapresiasi apa yang ditorehkan anak-anak muda Tidore yang meraih prestasi di Indonesian International Arts Festival.
“Meskipun di media sosial ada yang mengatakan saya membawa anak-anak pengangguran ke Munas Apeksi, namun bagi saya, mereka masih berpikir bagaimana Tidore ini ke depannya menjadi lebih baik. Daripada orang-orang yang merasa pintar, namun hanya berpikir diri sendiri. Anak-anak pengangguran inilah yang membawa Tidore dikenal di kancah nasional,” tegasnya.
Semenjak menjadi Wakil Wali Kota Tidore dua periode hingga menjadi Wali Kota saat ini, harapannya selalu ada upaya untuk terus menyuarakan sejarah perjuangan Tidore terdahulu agar bisa diketahui oleh semua orang. Karena perjuangan Tidore dan Papua untuk Indonesia itu sangat tinggi, tetapi perhatian pemerintah pusat masih sangat minim.
Sehingga itu, ketika menampilkan musikalisasi puisi tentang Sultan Zainal Abidin Syah di Munas Apeksi, secara tidak langsung anak muda kreatif ruang tengah telah membuka cakrawala berpikir orang-orang, bahwa perjuangan Tidore untuk Indonesia itu sangat besar. Melalui sejarah inilah diharapkan mampu menarik perhatian pemerintah pusat.
“Harapan saya, sejarah Tidore harus diketahui oleh pemerintah di pusat, karena perjuangan Tidore untuk menyatukan Papua dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sangat besar. Olehnya itu bapak/ibu gunakan media sosial untuk memposting hal-hal yang bermanfaat, seperti postingan sejarah Tidore misalnya,” ajaknya.
Orang nomor satu di Kota Tidore ini menambahkan, berbicara tentang sejarah Tidore merupakan sebuah jati diri, jadi jangan lagi saling menyebar fitnah melalui media sosial, tetapi gunakanlah media sosial untuk menyuarakan hal-hal yang positif, jika dilakukan secara terus menerus, maka perhatian publik maupun pemerintah pusat pasti akan ada ke depannya. (ask)












