Terjunkan Tim, Dinas Perkim Maluku Utara Akan Tindaklanjut Kerusakan Talud di Desa Tokaka

Kepala Dinas Perkim Maluku Utara, Musrifah Alhadar.

PENAMALUT.COM, SOFIFI – Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Provinsi Maluku Utara telah menerjunkan tim ke lokasi talud yang patah di Desa Tokaka, Kecamatan Gane Barat Utara, Kabupaten Halmahera Selatan.

Tim yang dipimpin Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Utilitas Umum (PSU) ini akan mengecek kondisi kerusakan talud, selanjutnya melaporkan ke Kepala Dinas Perkim untuk ditindaklanjuti.

“Nanti setelah tim balik dari lokasi, barulah kita undang semua pihak yang terkait dan rapatkan lagi untuk kita ambil keputusan, kira-kira bagaimana perlakuan talud di Desa Tokaka ini,” ujar Kepala Dinas Perkim Maluku Utara, Musrifah Alhadar, Senin (19/5).

Menurut Musrifah, kerusakan talud ini dipicu karena derasnya air, ditambah lagi konstruksi talud yang mungkin tidak memperhitungkan debit air. Sehingga begitu hujan deras dan terjadi banjir, talud tak mampu menahan air dan kemudian meluap hingga mengakibatkan kerusakan.

Talud permukiman Desa Tokaka, Kecamatan Gane Barat Utara, Kabupaten Halmahera Selatan, mulai rusak.

Informasi yang dia dapatkan dari stafnya, pada saat pekerjaan talud ini berlangsung, terjadi hujan deras dan banjir hingga taludnya patah. Kemudian pihak rekanan kembali memperbaikinya, sebab masih dalam masa kontrak.

Musrifah menyebut perencanaan pembangunan talud ini belum tepat. Sebab, kata dia, harusnya dibangun bronjong terlebih dahulu, barulah di belakangnya talud.

“Mungkin perencanaan yang belum tepat. Jadi nanti kita tunggu tim dari lokasi baru kita rapatkan untuk tindaklanjutnya. Apakah kita buat bronjong atau seperti apa, nanti kita lihat,” jelasnya Musrifah yang baru menjabat Kadis Perkim itu.

Sebelumnya Minggu (18/5) sore kemarin, puluhan rumah di Desa Tokaka terendam banjir akibatnya patahnya talud penahan tebing di sungai. Kejadian serupa ini sudah terjadi beberapa kali dalam setahun ini.

Selain rumah, perkantoran seperti sekolah, klinik, dan kantor desa juga terendam banjir.

Informasi yang diterima, banjir ini terjadi akibat luapan air dari sungai Desa Tokaka yang menyebabkan tanggul jebol lantaran tak mampu menampung debit air yang tinggi.

“Banjir masuk lewat talud yang sudah patah sebagian, karena airnya tinggi yang kemudian masuk perkampungan dan merendam rumah warga,” kata Husni, warga setempat saat dihubungi.

Talud sepanjang 150 meter itu dibangun dengan anggaran Rp 1,5 miliar. Diduga konstruksinya buruk, sehingga mudah rusak.  Proyek yang dikerjakan CV Grand Victory itu dilakukan tender pada Juli hingga Agustus 2023, dan pekerjaannya dimulai pada September dan selesai pada tahun 2024.

Belum genap setahun, talud tersebut mulai rusak. Talud yang patah itu panjangnya sekitar 30 meter. Warga menduga pekerjaan talud ini dilakukan asal-asal dan tak menggunakan bahan yang kuat.

“Mereka kerja selesai baru sekitar dua bulan sudah rusak. Panjang talud itu 150 meter, sementara yang patah itu sekitar 30 meter,” kata salah satu warga setempat kepada media ini. (ask)