PENAMALUT.COM, LABUHA – Sejumlah anggota Polres Halmahera Selatan diberi penghargaan dalam acara peringatan HUT Bhyangkara ke 79. Satu dari sejumlah anggota adalah Bripka Idrus Usman.
Bripka Idrus diberi penghargaan karena memiliki kinerja yang baik dalam mendukung program pimpinan pada pelaksanaan tugas bidang operasional dan manajemen tentang pengungkapan kasus tambang ilegal di wilayah Halmahera Selatan.
Bripka Idrus Usman lahir di Desa Orimakurunga, Kecamatan Kayoa Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, pada 10 Januari 1984. Ayah Idrus adalah Usma Ibrahim (almarhum) dan ibunya Kartini Hi. Ismail. Idrus adalah anak keempat dari enam bersaudara.
Pria 41 tahun itu besar dari keluarga sederhana yang berlatar belakang petani. Idrus memulai karir di institusi Polri pada tahun 2004 setelah lulus dari bangku SMA. Pada tahun tersebut, ia bertugas di Polda Maluku Utara di Kota Ternate.
Idrus kemudian dipindah tugas ke Polres Halmahera Selatan pada tahun 2006. Tahun 2007, ia menikah dengan Nita Rachmawati dan saat ini dikaruniai seorang anak.
Selama bertugas di Polres Halmahera Selatan, Idrus konsisten mengabdikan diri kepada masyarakat sebagai seorang polisi. Pada tahun 2018 sampai 2020, Idrus menjadi Bhabinkamtibmas di kampung halamannya, yakni Desa Orimakurunga.
Idrus ditarik kembali ke Polres Halmahera Selatan setelah dua tahun menjadi Bhabinkamtibmas. Tahun 2022, ia ditunjuk menjadi Kanit Resmob pada Satuan Reserse Kriminal atau Satreskrim Polres Halmahera Selatan sampai sekarang (tahun 2025).
Selama di Satreskrim, Idrus banyak mengungkap kasus-kasu kriminal. Mulai dari pencurian motor (Curanmor), penganiayaan. Ia juga kadang berhadapan dengan pelaku-pelaku kriminal kita dalam agenda penggrebekan.
Terbaru, Idrus terlibat aktif dalam proses pengungkapan dan penertiban tambang emas ilegal di wilayah Halmahera Selatan. Sedikitnya, terdapat 5 lokasi tambang emas ilegal yang ditutup. Di antaranya di Desa Anggai, Manatahan, Kusubibi, Kubung dan Batu Atas. (rul/ask)












