[metaslider id="30652"]
DAERAH  

Festival Djuanga 2025 Dibuka, Wali Kota Tidore Harap jadi Promadona

PENAMALUT.COM, TIDORE – Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen, membuka dengan resmi seluruh rangkaian Djuanga Fest vol 3 tahun 2025 yang berlangsung lancar dan sukses di Stadion Sangaji Jiko Malofo, Kelurahan Mareku, Jumat (15/8) malam.

Dalam sambutannya, Wali Kota Muhammad Sinen menyampaikan Festival Djuanga telah menjadi agenda tahunan yang terus digagas oleh masyarakat Kelurahan Mareku dengan berbagai kegiatan yang akan diselenggarakan oleh masyarakat Kelurahan Mareku dengan menampilkan berbagai kegiatan.

file_00000000e98c8206a260f504a395d26a(1)
previous arrow
next arrow

Muhammad Sinen mengatakan, nilai historis yang terkandung dalam kegiatan Festival Djuanga ini dapat dilihat bagaimana gagah dan beraninya para leluhur serta bagaimana bukti cinta mereka pada NKRI melalui perjuangan almarhumah Aminah Sabtu dan almarhum Abdullah Kadir bersama kawan-kawan dalam usaha mengibarkan bendera merah putih di Tidore tepatnya di Tanjung Mafutabe, Kelurahan Mareku, pada masa itu.

“Hal tersebut bila ditinjau kembali di masa sekarang, seharusnya menjadi sebuah penyemangat untuk kita para generasi sekarang dan untuk generasi selanjutnya agar bersama-sama dapat meniru aksi mereka dalam menunjukkan nasionalisme pada NKRI serta mengisi pasca kemerdekaan dengan hal-hal yang bermanfaat,” tuturnya.

Orang nomor satu di Kota Tidore Kepulauan ini juga mengharapkan Festival Djuanga vol 3 ini menjadi sebuah primadona yang dapat menarik orang dari luar untuk datang dan berkunjung, serta menjadi sebuah sarana media informasi untuk generasi penerus bahwa Tidore pada masa-masa kemerdekaan juga memiliki peran yang berarti.

“Sering saya katakana bahwa Indonesia tanpa Tidore tidak akan ada Sabang sampai Merauke, karena perjuangan leluhur kita pada masa itu sangat berarti di NKRI ini. Sehingga hal inilah yang patut kita jaga bahwa sejarah tidak akan pernah berbohong, di mana peran Tidore pada masa kemerdekaan juga memiliki andil yang cukup besar,” katanya.

Sementara Ketua Panitia Festival Djuanga, Saiful Abubakar mengatakan, sebelum digagasnya Festival Djuanga vol 1, 2 dan 3 ini, masyarakat mareku telah menggelar berbagai kegiatan penting dalam setiap tahun yang salah satunya adalah peringatan pengibaran bendera merah putih pertama di Indonesia Timur pada tanggal 18 Agustus 1946 di Tanjung Mafutabe. Di mana sebuah momen bersejarah yang menjadi simbol kemerdekaan di daerah ini.

“Budaya dan sejarah bukanlah benda mati, ia adalah napas kehidupan sebuah bangsa. Jika kita melupakannya, maka akan kehilangan jati diri, tetapi jika kita menjaganya, maka akan berdiri tegak di hadapan dunia. Kita boleh hidup di era modern dengan meraih segala kemajuan, tetapi jangan pernah melupakan sejarah yang telah diwariskan oleh para pendahulu. Maka dari itu, mari kita jadikan Festival Djuanga vol 3 ini bukan hanya sebagai tontonan, tetapi juga sebagai cermin diri untuk tetap mengenang sejarah di Kelurahan Mareku ini agar tetap menjaga warisan leluhur untuk selamanya,” ajak Saiful.

Festival Djuanga ini dilaksanakan mulai dari tanggal 14 hingga 18 Agustus 2025 dengan berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan pada 14 Agustus kemarin, dan akan dilanjutkan dengan perlombaan tradisional yang melibatkan seluruh keluarga besar Kelurahan Mareku.

“Festival Djuanga ini diawali dengan ziarah kubur, towaro dan tawaf kampong telah dilaksanakan, dan akan dilanjutkan dengan perlombaan tradisional serta upacara peringatan bendera pertama di kawasan Indonesia Timur yang bertempat di Tanjung Mafutabe Kelurahan Mareku pada tanggal 18 Agustus nanti,” jelasnya.

Pembukaan Festival Djuanga vol 3 ini diakhiri dengan pemutaran jejak digital penobatan sangaji jiko malofo serta peninjauan UMKM yang ada di Festival Djuanga.

Desain Tanpa Judul (5)
previous arrow
next arrow